Breaking News

Berita

Seorang Ibu Memiliki Cinta Sejati dari Lubuk Hati

Oleh Frans Ign. Bobii
Foto: Dokumen Penulis.
Pada hari yang indah ini, saya ingin merefleksikan kata cinta dan kasih dalam kenangan hidup. Dalam hidupku, ibunda lebih berperan mencurahkan cintanya kepada setiap orang dibanding orang lain, sekalipun pacar dan lain-lain. Cinta yang saya pahami, ketika saya besar adalah cinta sejati yang hanya dimiliki oleh seorang ibundaku. Orang lain juga pasti mencintai saya. Mengapa harus demikian? Pertanyaan ini harus dijawab secara seksama agar menempatkan cinta ibu pada posisi teratas dari orang lain. Hari ini, Minggu (14/2), hampir semua kalangan, secara pribadi maupun kontak person mengungkapkan hari ini sebagai hari ‘Kasih Sayang.

Secara pribadi, hari ini, saya merenungkan kecintaanku pada ibuku yang melahirkanku. Dia sungguh bermakna bagi kehidupanku yang dulu dan sekarang, juga akan datang. Cinta yang dimiliki oleh seorang ibunda adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat.

Saya memahami ibuku. Dalam konteks filosofi cinta, ia bersifat mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang kepada saya dan adik-adik, serta kakak-kakak dalam keluargaku. Ibuku memiliki perasaan cinta yang diberikan oleh Tuhan melalui hubungannya dengan ayahku sebagai sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, dan saling berpengertian.

Dalam suka dan duka, kecintaannya ada pada saya dan semua anggota keluarga. Kecintaannya tidak dipaksakan karena materi atau hal lain, tetapi kecintaan hanya berasal dari Allah sendiri. Cinta memberikan kasih sayang, bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak disengaja. Cinta indah, namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri.

Kata cinta secara umum dikalangan remaja dipahami sebagai perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya, karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya: sifat, wajah, dan lain lain). Namun, diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak.

Berbagi suka maupun duka bersama. Ibuku sangat luar biasa memiliki segudang cinta dari lubuk hati yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul, tanpa adanya paksaan atau adanya dorongan tertentu. Namun, datang dari lubuk yang mendalam dan tidak diketahui oleh orang lain.

== Renungan pada hari Valentine Day, 2016 ==

(****)
Seorang Ibu Memiliki Cinta Sejati dari Lubuk Hati Reviewed by Majalah Beko on 12.52.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.