BREAKING NEWS

Berita

Suara Hati yang Tulus

Oleh Akulian Gobai
Ilustrasi. Foto: Beko.
Dendam Damai
Tak habis pikir, aku tak mengerti. Mengapa ada orang yang senang membunuh hanya karena uang semata atau demi kuasa dan nama. Bagi kita, rakyat biasa, tak berdaya ditodong senjata, mencuri hidup yang hanya sekali hanya berdoa yang kita bisa.

Dendam-dendam celaka menghasut kita, tak jemu menggoda damai di mana bersembunyi tak ada wujudnya. Kapan berakhirnya situasi seperti ini? Tidak bisakah kita saling berpelukan? Bukankah hidup itu indah  ketika kita bersama saling berbagi, saling mencintai. Ini akan terasa hangat sampai ke jiwa dan memancar ke penjuru dunia.  Jangan goyah. Percayalah teman, perangi itu dan melawan diri sendiri.

Selamat datang kemerdekaan, kalau kita mampu menahan diri dendam-dendam celaka yang menghasut kita tak jemu dan menggoda damai-damai di mana bersembunyi dan tak ada wujudnya.

Sekali lagi, kapan berakhirnya situasi seperti ini? Tidak bisakah kita saling berpelukan? Tak habis pikir, aku tak mengerti mengapa ada orang yang senang membunuh? Hanya karena uang semata atau demi kuasa dan nama. Hanya karena itu semua rela hancurkan tanah tercinta.

Doa
Berjamah menyebut nama Allah saling asah, saling asih, saling asuh. Berdoalah sambil berusaha agar hidup jadi tak sia-sia. Badan sehat, jiwa sehat hanya itu yang kami mau hidup dalam berkah penuh gairah. Mudah- mudahan Allah setuju. Inilah lagu pujian, nasehat dan pengharapan dari hati yang pernah mati akan hidup kembali.

Hadapi Saja
Takkan kembali, ia sudah miliknya. Bukan milik kita lagi. Tak perlu menangis. Tak perlu bersedih. Tak perlu tak perlu sedu-sedan. Itu semua yang terjadi, tapi mari kita menantikan dan menghadapi semua problematika ini. Pasrah pada Allah. Hanya itu yang kita bisa ambil hikmahnya dan kita cobalah menari. Cobalah bernyanyi. Cobalah mulai dari detik ini.

Hilang memang hilang. Wajahnya terus terbayang para aktivis, masyarakat, tapi kita berjumpa di mimpi. Terapkan prinsip bahwa, kau ajak aku tuk menari dan bernyanyi bersama bidadari, serta malaikat dan penghuni surga.

Seperti Matahari
Keinginan adalah sumber penderitaan tempatnya di dalam pikiran. Tujuan bukan utama yang utama adalah prosesnya. Kita hidup mencari bahagia. Harta dunia kendaraannya bahan bakarnya budi pekerti. Itulah nasehat para nabi yang ingin bahagia dari derita yang didapat, karena ingin sumber derita harta dunia jadi penggoda membuat miskin jiwa kita.

Ada benarnya nasehat orang orang suci memberi terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi. Yang menyinari bumi ingin bahagia dari derita yang didapat, karena ingin sumber derita dari harta dunia. Jadi, penggoda membuat miskin jiwa kita dan keinginan adalah sumber penderitaan individu, tapi kelaknya akan sembuh dan lengah. Semoga....!

*) Penulis adalah Putra Asli Papua
Suara Hati yang Tulus Reviewed by Majalah Beko on 12.47.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.