BREAKING NEWS

Berita

Surat Kecil untuk Mama

Oleh Aten Pekei
Surat Kecil untuk Mama. Foto: Majalah Beko.
Sumber cinta dan kasih sayang adalah Sang Pencipta. Manusia pertama, Adam dan Hawa diciptakan ke dunia ini karena kasih sayang-Nya yang begitu besar. Setiap manusia dilahirkan di dunia ini juga tidak terlepas dari kasih sayang. Kasih sayang yang dibuktikan melalui cinta tulus orang tua, bapa dan mama.

Sejak dalam rahim, mama sangat berjasa dalam kehidupan anaknya. Ketimbang bapa, mama selalu mendidik dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang yang tidak berkesudahan.

Mustahil jika seorang anak tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, apalagi mama. Mama tulus memberikan kasih sayang kepada anaknya, walaupun harus mengorbankan banyak pengorbanan, termasuk kebahagiaannya sendiri.

Meskipun pernah disakiti dan didurkahi, mama selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya secara adil. Mama selalu tabah dan mendoakan yang terbaik untuk anaknya.

Mama menjadi bagian dari hidup anaknya yang tidak dapat dipisahkan. Tangisan seorang anak menjadi tangisan mama juga. Ketika seorang anak menangis, mama akan lebih menangis lagi. Banyak anak yang dibunuh, sakit, kelaparan, kekurangan, berhasil, bahagia, sukses, dan lain-lain. Semua yang terjadi pada anak-anak itu turut dirasakan di hati mama; “Bagaimana dengan sa pu anak?”

Mama melakukan berbagai cara untuk menjaga anak dan keluarganya tetap sehat, tenteram, dan makmur. Tanpa kenal lelah, mama mengatur, mengajar, mendidik, dan merawat, serta membesarkan anaknya.

Ada sebagian mama yang rela diduakan demi kebahagiaan suami dan kelangsungan hidup anak-anaknya, serta mempertahankan ikatan yang sudah dipersatukan Sang Pencipta.

Bagi keluarga yatim, tugas mama mulia. Tugas yang mengharuskan mama untuk terus berusaha menghidupi keluarga di atas tanah yang berlumuran darah. Mama menggantikan peran seorang bapa dengan membanting tulang, tanpa mengenal panas, hujan, siang, dan malam. Betapa jerih payahnya seorang mama dalam menghidupi anak-anaknya.

Itulah pahlawan tanpa jasa, wakil Sang Pencipta kepada kita. Ini sama halnya dengan tanah yang dipercayai suku Mee di Papua sebagai ‘mama’.

Tetapi, bagaimana dengan anak yang terpaksa harus dipisahkan sang bapa dari mamanya? Bagaimana dengan anak yang telah kehilangan sosok seorang mama untuk selamanya? Apakah anak akan kehilangan kasih sayang? Mungkin doa ibu tidak ada lagi?

“Mama bisa menggantikan peran siapapun, tetapi tidak bisa digantikan oleh siapapun. Terima kasih mama!”

*) Penulis adalah pemula di Majalah Beko
Surat Kecil untuk Mama Reviewed by Majalah Beko on 05.30.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.