Breaking News

Berita

Diduga Dibius Tukang Bangunan, Tabia Deiyai Sesalkan Tindakan Pembina dan Pastor Paroki

Ilustrasi. Foto: metrosemarang.com
Deiyai, Majalah Beko - - Anak-anak Tabia Kabupaten Deiyai menduga beberapa tukang bangunan yang sedang mengerjakan pembangunan Gedung Gereja St. Yohanes Pemandi Waghete, Kabupaten Deiyai membius puluhan anak Tabia yang mengikuti kegiatan Temu Kangen Tabia, pada Sabtu (05/03) di Balai Tabia St. Yohanes Pemandi Waghete.

Hal ini disampaikan salah satu korban, Oksilia Mote (15) kepada Majalah Beko, Selasa (03/08). (Baca: Kronologis Pembiusan Puluhan Anak Tabea Deiyai)

Oksilia menyesalkan tindakan pembina yang tidak mendampingi anak-anak Tabia selama tiga hari terakhir dan penyimpulan masalah yang tidak adil oleh Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete.

“Saya tidak terima dengan ungkapan pater dalam khotbah hari Minggu. Kami tidak didampingi pembina tiga hari terakhir, karena secara tidak sadar, saya lihat tukang-tukang yang pegang bius dan menghambur di kemah, tempat kami buat kegiatan. Tapi, pater seakan-akan menyalahkan kami yang buat keributan terlebih dahulu,” katanya.

Menanggapi perusakan kemah tukang bangunan, Pastor Paroki St. Yohanes Pemandi Waghete, Doniarto mengatakan, kegiatan perusakan merupakan tindakan penghambat pembangunan gereja. Dirinya juga membatasi anak-anak Tabia untuk tidak melakukan kegiatan serupa lagi dan memberikan syarat pertobatan kepada umat paroki Waghete.

“Gereja ini dibangun oleh beberapa suku di Indonesia, dan suku Mee sendiri yang buat rusak kebersamaan dalam membangun gereja ini. Sehingga, kejadian merusak tempat tinggal tukang-tukang di belakang harus segera diperbaiki, sehingga umat setiap kombas juga harus bawah sayur selama satu bulan sebagai bentuk pertobatan,” katanya dalam khotbah, Minggu (06/03) di Gereja St. Yohanes Pemandi Waghete.

Lanjutnya, “Kegiatan yang dilakukan anak-anak “Tabia” untuk satu sampai dua tahun ditiadakan atau sampai benar-benar siap dan berjanji tidak mengulang lagi. Berjanji untuk bertobat karena paskah sudah dekat.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun Majalah Beko, pihak Kepolisian Resor Paniai, Kabupaten Deiyai telah memukul dua anak Tabia menggunakan pantat senjata. Sementara, beberapa anak Tabia masih pusing karena terkena bius.

Hingga kini, masih belum diketahui dengan jelas, apa tujuan di balik pembiusan anak-anak Tabia ini. Pihak orang tua dan dewan paroki hendak menyelesaikan persoalan ini secara damai.

Diketahui, kegiatan ini dilaksanakan selama seminggu di Paroki St. Yohanes Pemandi, Waghete hingga pembiusan terjadi. Temu Kangen Tabia merupakan kegiatan rutinitas anak-anak Tabia dari beberapa paroki wilayah Meepago dalam mempererat kebersamaan.

(AG)
Diduga Dibius Tukang Bangunan, Tabia Deiyai Sesalkan Tindakan Pembina dan Pastor Paroki Reviewed by Majalah Beko on 19.23.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.