Breaking News

Berita

Direktur The Samdhana Institute: Setidaknya 30% Hutan Negara-Negara Tropis dalam Pengelolahan Masyarakat

Skema Pertemuan Nasional. Foto: TSI/YA.
Jakarta, Majalah Beko - - Direktur The Samdhana Institute, Nonette Royo, mengatakan, secara global, pada wilayah-wilayah berhutan sosial tropis, pengelolahan hutan semakin banyak dikelolah masyarakat setempat.

“Saat ini, setidaknya 30% dari hutan di negara-negara tropis  beberapa dalam ruang pengelolaaan oleh masyarakat setempat,” katanya dalam Pertemuan Nasional “Upaya Pembangunan Perhutanan Sosial/Pengusahaan  Hutan  Berbasis  Masyarakat  di  Indonesia” di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Selasa (15/3).

Kata Nonette, hutan tersebut dikelolah secara lestari dengan membangun kekuatan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan melalui Community  Forestry  Enterprise  (CFE) Mesoamerica.

“Meskipun konsep, norma-norma, dan hak-hak  lokal sangat bervariasi, tetapi  secara general sudah ada bukti bahwa pengelolahan hutan oleh masyarakat adat dan masyarakat lokal secara lestari, dapat  lebih baik dari pada pengelolahan kawasan lindung  yang  kaku dengan konsep teknis melestarikan hutan. Yang mana mereka juga telah mampu menjalankan pengusahaan hutan secara kuat dan sekaligus membangunan kekuatan  ekonomi lokal untuk mengurangi kemiskinan melalui CFE,” jelas Nonette dalam pertemuan bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) itu.

Sebagai upaya aktif mendorong atau mendukung upaya-upaya pembangunan perhutanan sosial atau pengusahaan  hutan  berbasis  masyarakat  di  Indonesia, Sekretaris Jendral (Sekjen) AMAN, Abdon Nababan, mengharapkan ada  rumusan  dan masukan bersama dalam memperkuat inisiatif-inisiatif perhutanan sosial yang sedang berjalan di Indonesia, baik yang menggunakan  cantolan  kebijakan  nasiona, maupun yang  mengacu  pada  peraturan  yang berlaku di tingkat provinsi/kabupaten.

Pantauan Majalah Beko, pertemuan ini berlangsung selama sehari dan dihadiri 38 peserta dari berbagai pemangku kebijakan (Kementerian KLHK), serta NGO Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Diketahui, pertemuan ini bertujuan berbagi  pengalaman  bersama  tentang  inisiatif, pengalaman  dan  perjalanan pengusahaan  hutan  alam oleh  masyarakat  adat  dan  komunitas  lokal  di  Indonesia dengan  CFE di  Mesoamerica,  serta  kebijakan  pendukung  di  tingkat  nasional tentang CFE masyarakat  adat/komunitas lokal di Indonesia.


(YA)
Direktur The Samdhana Institute: Setidaknya 30% Hutan Negara-Negara Tropis dalam Pengelolahan Masyarakat Reviewed by Majalah Beko on 14.39.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.