BREAKING NEWS

Berita

Perpindahan Agama Kristen ke Islam di Papua Memicu Masalah Baru

Oleh Nomen Douw
Ilustrasi (ND/Ist.)
Dilatar belakangi sejarah perkembangan agama di Papua, sangat jelas, bahwa sejak orang Papua mengenal agama. Tidak ada agama lain yang orang Papua mengadopsi, selain Agama Kristen. Peradaban masyarakat Papua sangat loyal kepada Agama Kristen, sehingga hal ini sudah menjadi warisan nenek moyang yang sudah bersifat radikal.

Saat ini, orang Papua banyak sekali pindah agama dari keyakinan yang sebenarnya ke Agama Islam. Contohnya, seperti di Wamena. Di Wamena, penyebaran Islam dipraktekan melalui pembiayaan hidup kepada anak-anak yatim-piatu dengan memberikan pelayanan pendidikan versi Islam dan di samping itu juga, mereka (Indonesia) mendirikan pondok pesantren di berbagai tempat di Papua, lalu merekrut anak-anak yatim-piyatu.

Ada beberapa cara yang dipakai Islam dalam menyebar luas agamanya, yakni, melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, politik, dakwah di kalangan masyarakat, seni budaya, dan tasawuf. Sehingga, saat ini, mereka sedang dipraktekkan di Papua. Salah satunya adalah melalui pendidikan. Dalam pendidikan, mereka masuk melalui pembiayaan secara intensif kepada kaum yang sengsara akan kebutuhan hidupnya.

Agama menjadi salah satu penyebab masalah dalam kehidupan manusia yang kompleks. Banyak masalah sering timbul dalam agama karena ulah manusia yang kurang paham terhadap moral-moral yang tercantum di dalamnya (agama). Begitupun perkembagan Islam yang sedang berkembang pesat di bumi Papua. Ini akan sangat terkontaminasi dengan keyakinan sebenarnya yang sudah ada sejak dahulu orang Papua ada, yaitu Agama Kristen. Sehingga, ini akan memicu suatu konflik dalam agama di Papua, karena jelas pihak ketiga dengan mudah akan manfaatkan mereka untuk mengadu-domba antara orang Papua itu sendiri.

Menyangkut konflik dalam agama ini, kita bisa mempelajari dari Negara Sudan di Afrika Utara. Mari simak contoh kasus berikut yang terjadi di Sudan:
Sudan merupakan negara republik yang terletak di Afrika Utara. Negara ini meraih kemerdekaannya pada tahun 1956, setelah sebelumnya sempat dijajah oleh Mesir dan Inggris. Sudan merupakan negara dengan penduduk padat dan heterogen dalam agama, suku dan ras. Perbedaan agama ini dijadikan alasan bagi kaum fanatik untuk berkonflik dengan agama lain. Alasannya adalah perbedaan perlakuan dari pemerintah terhadap salah satu agama yang merupakan agama fundamental, yaitu Islam. Hal ini ditentang oleh Agama Kristen dan animis yang menuntut diberlakukannya pemerintahan sekuler. Selain itu, adanya kesenjangan ekonomi dan sosial juga merupakan pemicu adanya konflik. Hal ini diperparah dengan pembatalan Perjanjian Addis pada tahun 1983 yang mengatur tentang pemerataan otonomi dan kesetaraan antara wilayah Utara dan Selatan di Sudan. Wilayah Utara Sudan mayoritas Islam dan wilayah Selatan Sudan mayoritas Kristen. Hal ini menyebabkan perang sipil.

Itulah contoh kasus yang terjadi di Sudan. Begitupun di Papua, jika hal tadi dibiarkan. Sebelum terjadi masalah yang besar, Pemerintah Daerah (Pemda) Papua harus mengambil sikap yang bijak untuk menghalau lajunya perkembangan Islam di Tanah Papua. Sehingga, untuk meminimalisi perkembagan Islam di Papua, salah satu cara yang Pemda harus buat, yaitu memperhatikan secara spesifik kepada anak yatim-piatu dan harus batasi ijin mendirikan Mushola di Papua. Dengan itu, mungkin saja di suatu saat nanti, tidak ada musliman-muslimin di Papua yang membedakan kehidupan masyarakat Papua dalam agama yang memicu konflik horizontal. (****)
Perpindahan Agama Kristen ke Islam di Papua Memicu Masalah Baru Reviewed by Majalah Beko on 03.03.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.