Breaking News

Berita

Pihak Keamanan Menakutkan Masyarakat Dogiyai

Oleh Yohanes Dogomo
Ilustrasi. Foto: nasional.inilah.com
Mengapa penulis menulis artikel ini? Karena berbagai masalah dan kejadian selalu saja dihadapi masyarakat Papua. Masalah yang selalu dihadapi masyarakat di Kabupaten Dogiyai, Papua, selalu ditantang dari TNI/Polri. Sehingga, dalam benak, saya bertanya-tanya, bahwa apa tugas dan fungsi daripada seorang TNI/Polri untuk penegakan hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik Jakarta, bahkan Papua.

TNI/Polri mempunyai tugas dan fungsi, serta tanggung jawab sudah jelas adalah keamanan. Namun saja, kadang jadi pelaku dan pembawa masalah-masalah dalam warga yang ada di Papua, bukan untuk menertibkan stabilitas keamanan, pelayanan, dan mengayomi kepada  masyarakat.

Setiap desa di Kabupaten Dogiyai mempunyai Babinsa satu orang TNI/Polri. Mereka ditugaskan untuk menjaga keamanan dalam desa tersebut, dan ketika masalah yang tidak mampu diselesaikan dalam desa itu, maka langkah selanjutnya yang diambil adalah “menunjuk satu orang untuk menyelesaikan masalah”. Masalah yang ditangani oleh Babinsa tersebut tidak mampu diselasaikan, maka akan dilanjutkan dengan membuat sebuah surat pengantar, serta melanjutkan ke Polsek Dogiyai. Hal ini disampaikan salah satu Ketua Bamuskam, saat berbincang-bincang kepada penulis, pada Selasa (23/02/2016) lalu.

Jika ada masalah masyarakat dengan masyarakat, pihak keamanan tidak menyelesaikan secara serius, selebih tidak bergerak cepat. Masyarakat Dogiyai demo damai, maka pihak keamanan menjaga dengan ketat, bahkan membuang tembakan secara tidak sadar. Ketika aktifkan E-KTP, masyarakat demo damai ke Pemerintah Daerah (Pemda). Pihak keamanan membubarkan massa demo tersebut secara tidak manusia. Di manakah keadilan NKRI di Papua? Masyarakat Dogiyai pintar bukan bodoh. Jelaskan, masyarakat demo damai hanya mau menyampaikan aspirasi kepada Pemda Dogiyai, bukan kepada pihak keamanan. Kapan terjadi keadilan terhadap Orang Asli Papua (OAP) oleh pihak keamanan?

Bulan Desember 2015, masyarakat membeli sebuah petasan lalu membakar di Kota Moanemani, Distrik Kamuu, Dogiyai, seorang Brimob datang kepada masyarakat tersebut, lalu memukulnya hingga berdarah. Hal ini dikabarkan beberapa masyarakat, bahwa beberapa orang dekat ditangkap dan dipukul seperti babi. Seusainya, pihak keamanan membawa ke polsek hingga dimasukan dalam sel semalam itu, dan dipulangkan esok harinya. Tindakan-tindakan TNI/Polri NKRI demikian. Tugas dan tanggung jawab mereka seperti itu di negara ini. Orang-orang tertentu difasilitasi, sehingga dilakukan hal serupa secara “babi buta” di Dogiyai. Sebaiknya, TNI/Polri yang ada Dogiyai ditarik kembali di provinsi atau pusat karena merusak jati diri NKRI.

Lapangan Terbang Moanemani dijaga oleh TNI. Apakah ini sama hal dalam pelayanan TNI dengan Pensip? Saya piker, tugas dan fungsi dari TNI/Polri dengan Pensip beda jauh untuk menangani agen pesawat di lapangan terbang di Moanemani. Jika demikian terus, maka Pemda Dogiyai segera menuntaskan masalah tersebut, guna memperlancarkan kesesuaian kinerja masing-masing dalam mewujudkan sesuai moto Kabupaten Dogiyai.

Terminal Moanemani, Distrik Kamuu, Dogiyai selalu dihiasi dengan aksi meminum minuman beralkohol oleh pemuda Dogiyai. Minuman ini dijual pihak keamanan. Sebagai bukti yang direalisasikan adalah 1 Desember 2015. Seorang masyarakat Dogiyai yang melakukan aktiitas miras, Pincen Yobee  yang memanahi (menggunakan anak panah) Petrus Bobii di ujung timbunan, di Jembatan Mauwa, Distrik Kamuu Selatan. Seusainya, Pincen Yobee dijemputi sebuah motor dan kabur. Pincen Yobee adalah seorang intelejen NKRI yang sedang bertugas di Ikebo, Kabupaten Dogiyai. Intelejen tersebut berpura-pura seperti penjual barang-barang di Koas. Kerapkali barang yang dia jual adalah minuman beralkohol secara diam-diam. Hal tersebut terungkap, ketika masalah berlangsung akibat pemanahan tadi. Masyarakat bertanya-tanya kepada Pincen Yobee saat itu dan itu sudah yang dijawab Pincen.

Melihat dari kenyataan tersebut, ternyata kerjanya sangat sistematis dan orang-orang tertentu dijebak kepada masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat harus lebih setia pada pekerjaan masing-masing yang sudah ada. Jika Tuhan memberikan talenta kepada kami, harusnya statis. Pasalnya, orang tua mengatakan, bila dapati uang seketika, akan dirasakan pengunaannya dan puas. Tapi uang yang didapat dengan tidak bekerja, tidak ada gunanya.

Pemda Dogiyai dan Babinsa harus lebih tegas dan jelih terhadap hal-hal yang sedang terjadi di Dogiyai, guna menertibkan keamanan dan stabilitas masyarakat yang sudah ada. Hal ini harus dilakukan, karena banyak masyarakat sedang dijebak dengan nilai barang yang berharga dan uang oleh orang-orang tertentu yang sedang terjadi di Dogiyai, bahkan di seluruh Papua. (***)

*) Penulis adalah Anak Negeri Dogiyai (AND)
Pihak Keamanan Menakutkan Masyarakat Dogiyai Reviewed by Majalah Beko on 10.26.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.