BREAKING NEWS

Berita

Renungan untuk Bertindak Searah Sang Revolusioner Sejati

Oleh Ogia Uaga
Ilustrasi. Foto: Ist.
Tindak lanjut dari tulisan saya yang pertama mengenai "Yesus Sang Revolusioner Sejati": Di Paskah yang agung ini, saya rindu mengajak saudara/i sekalian untuk mengenang sedikit sisi frontal Yesus. Setiap tindakan yang Yesus tunjukkan dalam menanggapi persoalan sosial dan dilematis di kala itu telah melahirkan suatu pemikiran di luar akal sehat manusia. Petinggi pemerintahan, tua-tua agama dan masyarakat di masa Yesus, bahkan hingga di kehidupan saat ini sangat kewalahan mencerna gebrakan yang dilakukan Yesus.

Sepintas kita mengenang salah satu tindakan Yesus di hari Sabath, di mana Dia menyembuhkan wanita tua yang lumpuh. Sebagian besar orang yang menyaksikan kejadian tersebut menyalahkan Yesus atas tindakan-Nya. Apa yang akan saudara/i lakukan, bilamana saudara berada di masa itu? Atau mungkin, Anda bisa memberi jawaban, apakah salah, jika tindakan penyelamatan itu dilakukan pada hari Sabath?

Di lain sisi, kita mengenang masa di mana Yesus menentang petinggi pemerintahan, ahli-ahli taurat dan tua-tua agama. Di sana, petinggi, ahli-ahli taurat terkemuka sekalipun menyalahkan Yesus atas tindakan-Nya. Apakah ahli-ahli taurat dan tua-tua agama saat itu merasa angkuh? Atau mungkinkah ada unsur diskriminatif terhadap tua-tua agama dan ahli-ahli taurat ini? Karena sebenarnya, mereka sudah mengerti dan memahami setiap tindakan Yesus itu benar dan tidak menyalahi taurat.

Namun, dalam menyikapi tindakan Yesus ini, mereka malah mencari soal atau alasan untuk menjatuhkan Dia dan merekapun berhasil menangkap Yesus dengan tuduhan yang tidak-tidak. Hal yang lebih luar biasa, yaitu sekalipun Dia difitnah, ditangkap, dan dianiaya, hinggga akhirnya disalibkan di Bukit Tengkorak, tidak ada tindakan perlawanan yang Dia lakukan. Karena sesungguhnya, tindakan perlawanan itu sendiri telah sukses dilakukan-Nya ketika Dia melayani, mengabarkan kabar baik dan mengambil bagian dalam kehidupan manusia yang fana ini.

Tindakan Yesus ini bagi sebagian orang; sangat tidak masuk di akal. Sebagian lagi beranggapan bahwa ini adalah tindakan gila; yang mau mengorbankan nyawa-Nya bagi umat manusia. Namun, bagi sebagian orang lagi; Yesus melakukan semuanya itu atas dasar ke-Allah-an-Nya. Bagaimana tanggapan saudara/i?

Dari sedikit ulasan di atas, kita dapat melihat dengan jelas setiap perkataan, perbuatan atau langkah-langkah yang diambil Yesus merujuk kepada gerakan frontal yang menentang kesewenangan manusia melalui pemerintah yang semata-mata ingin menguasai segala aspek kehidupan di masa itu. Jika kita simak kehidupan global masa kini, apakah sifat angkuh dan kesewenangan itu masih ada? Apakah gereja-gereja saat ini sudah sesuai dengan hukum taurat? Apakah umat yang harus dilayani adalah mereka yang selalu rajin ke gereja?

Semoga ulasan di atas dapat memberikan sedikit pencerahan dalam menapaki hari-hari hidup ini. Mari kita merenung, berdoa dan bertindak mencari jawabannya. Dalam Alkitab, kita diajarkan untuk berdiri di atas kebenaran, karena kebenaran itu sendiri akan memerdekakan kita. Namun, kenyataan yang ada tidak demikian, karena kebenaran dapat dibeli dengan uang. Salam Revolusi!

(****)
Renungan untuk Bertindak Searah Sang Revolusioner Sejati Reviewed by Majalah Beko on 16.05.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.