Breaking News

Berita

Serigala di Balik Gedung “Tuhan”

Oleh Deserius Goo
Ilustrasi. Foto: Beko.
Hari Jumat malam, tanggal 12 Februari 2016, saat tangisan alam mulai menggoncangkan penghuni negeri di wilayah “Meedetai”, tempat manusia dimangsa oleh serigala, aku masih merasakan berkas-berkas senyum yang tersimpan di gubuk tua yang beralaskan karton dengan tiang yang ceroboh.

Kopi asli Papua masih membekas menemani kami di bawah pondok beralas karton dan tiang yang ceroboh. Kata demi kata para penderita keadilan dan korban Hak Asasi Manusia (HAM) telah membuahkan cerita-cerita indah. Cerita-cerita yang sedikit menyentuh dan menyiksa para penderita yang lainnya. Luka demi luka masih menggoreskan tubuh hari demi hari.

Serigala di balik gedung itu semakin gencar memangsa mangsanya. Di tengah kota yang penuh dengan keramaian manusia-manusia, semakin gila juga, serigala itu jalan memangsa, hingga mengurangi manusia yang ramai itu. Di tengah kota, masih ada gunung yang terbentang. Di tengah gunung, sebuah gedung didirikan sebagai tempat orang-orang munafik itu bersembunyi dan memelihara serigala galak.

Orang-orang munafik yang sering dilihat sebagai manusia-manusia suci di gedung tempat seriga itu bersembunyi seakan menjadi buta melihat hewan peliharaannya terus memaksa manusia-manusia tidak berdosa di sekitar mereka. Masih juga ada manusia-manusia tidak berdosa yang menyembah dan terus melihat gedung itu sebagai Tuhan. Di mana tempat penyembahan yang sebenarnya?

Serigala itu masih tersembunyi rapi. Banyak orang memelihara serigala galak itu. Serigala tersebut masih disembunyikan rapi di balik gedung para perampok dan pembunuh. Dia dipelihara dengan seksama. Banyak penjaganya di sekitar itu. Kubu-kubu pun dibentuk rapi hanya untuk memelihara serigala galak itu. Di saat serigala itu keluar, dia sangat galak. Manusia di sekitar tempat itu punah dimakan sang serigala peliharaan itu. Gedung tempat serigala itu bersembunyi, masih ada penjaga-penjaga munafik bersengkokol ke sana dan ke mari. Gedung tempat serigala itu dipelihara, masih banyak tulang-belulang yang terkumpul. Tulang-tulang manusia tak berdosa yang telah dimakan oleh sang serigala galak itu. Inilah perkataan seorang kawan di bawah rumah kumuh itu.

(Che De Goo_AMP_KNPB)
Serigala di Balik Gedung “Tuhan” Reviewed by Majalah Beko on 23.08.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.