BREAKING NEWS

Berita

Tugas Mama (Seorang Petani): Berjuang, Berjualan dan Banting Tulang Demi Keluarga

Oleh Aten J. Goo
Foto: Ist.
"Tugas mama sebagai seorang petani: berjuang, berjualan dan banting tulang demi keluarga: makan malam dan makan siang, serta membiayai anaknya dalam sekolah atau perkuliahan.”

Setiap hari, seorang mama yang bertugas sebagai seorang petani biasanya keluar pagi-pagi sekitar pada pukul 06.00 pagi hingga masuk ke rumah pukul 07.00 malam. Mama keluar dari tempat tinggalnya menuju ke kebun untuk bertani,  di antaranya: menyulam, menanam, dan memetik / panen hasil. Ketika siang hari pun, mereka tidak ingat makan dan minum. Mereka terus bekerja sampai sore. Kadang-kadang, mereka tidak makan siang demi anak dan keluarganya sampai sore.

Ketika tiba di rumah, mama sibuk mempersiapkan makan malam untuk keluarganya. Mama akan terus bekerja hingga sekitar pukul 09.00 atau 10.00 malam. Setelah itu, mama beristrahat. Namun sebelum istrahat, mama harus sibuk memilah-milah hasil panennya: sebagian untuk jualan (keesokan harinya), sebagian untuk makanan keluarga. Setelah itu mama berdoa. Masih banyak yang penulis tidak bisa sebutkan lagi. Cukup, hanya mama sendiri yang tahu, termasuk perjalanannya pulang-pergi kebun dan pasar.

Malam yang singkat bagi seorang mama akan berlalu. Pada subuh hari, mama akan berdoa lagi dan menangisi” anak dan keluarganya, serta hasil kebun yang akan dijual. Setelah berdoa, mama harus menyiapkan makan pagi (sarapan) untuk keluarganya. Setelah itu, mama berangkat dan mengaduh nasib di pasar yang “tidak layak untuk berjualan”. Tugas mama menyiapkan sarapan ini beda, ketika anaknya berada di tanah rantauan. Mama hanya bisa mendoakan dan “menangisi” makanan apa yang akan dimakan anaknya di tanah rantauan.

Seorang mama akan terus bekerja walaupun banyak beban yand dipikul, seperti sakit, capeh, bosan, susah, dan haus. Meskipun demikian, mama akan melewati semuanya demi keluarganya.

Kasihan…. mama-mama telah, sedang, dan akan  berkorban di atas berkorban demi kita, anaknya. Tetapi, coba lihat, kita hanya santai-santai saja. Mengingat pengorbanan itu, kita dituntut untuk aktif di dalam aktivitas kita sehari-hari, baik itu di lingkungan kampus, organisasi dan di mana kita berkarya demi membalas pengorbanan mama-mama kita itu. Kapan kalau bukan sekarang! Siapa lagi kalau bukan kitorang! Sungguh.... penulis berdosa besar di bumi ini. Penulis kadang lewatkan waktu begitu saja. Padahal, Tuhan sudah atur segalanya bagi kita di bumi ini untuk sekarang dan selamanya. (****)
Tugas Mama (Seorang Petani): Berjuang, Berjualan dan Banting Tulang Demi Keluarga Reviewed by Majalah Beko on 09.31.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.