BREAKING NEWS

Berita

Warga Nabire Sesalkan Anjloknya Jembatan Kali Nabire dan Meminta Pemda Segera Rehabilitasi

Warga Nabire resah melihat anjloknya Jembatan Kali Nabire kurang lebih 70 cm. Foto: YD/Beko.
Nabire, Majalah Beko - - Warga Nabire tidak bekerja seharian akibat Kota Nabire diguyur hujan, Jumat malam (11/3) hingga Sabtu malam (12/3). Imbasnya, Jembatan Kali Nabire (penghubung wilayah Bumi Wonorejo dan Karang Tumaritis) anjlok pada Sabtu (12/3) sekitar pukul 10.00 WPB. Warga setempat meminta Pemda Nabire segera rehabilitasi jembatan tersebut.

Hal tersebut disampaikan warga sekitar Jembatan Kali Nabire, Martina Pigai (30) ketika Majalah Beko meminta keterangan di TKP, Minggu (13/3) pagi.

Hujan mulai turun dari hari Jumat sampai Sabtu. Hari Sabtu pagi sekitar jam 08.30 pagi sampai jam 13.00 siang, sampai malam. Jembatan rusak sekitar jam 10:00 pagi.  Ini jembatan warga Nabire RW 12, RT 01, di Kelurahan Bumi Wonerojo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire,” jelasnya.

Ketika diminta keterangan lebih lanjut, Martina mengatakan, banjir tahunan kali ini lebih parah karena merugikan warga maupun Pemerintah Kabupaten Nabire.

“Banjir tahun ini parah, karena beberapa pohon yang ada di samping kali itu di bawah banjir, seperti pohon Nangka, Pinang, dan Mangga. Bukan itu saja warga punya kebun di sekitar Kali Nabire juga rusak, karena pagar besi di sekitar kali tidak kuat,” katanya.

Lanjutnya, “Tiang pipa air yang bagian kanan atas jembatan dijebol hujan, sedangkan badan jalan rusak dari arah Wonorejo ke Terminal Karang.”

Dengan nada yang menyedihkan, ibu rumah tangga itu mengatakan, barang-barang yang ada di rumahnya telah diantar ke rumah kerabatnya di Bumiwonorejo.

Menanggapi hal ini, Martina meminta Pemerintah Kabupaten Nabire merehabilitasi pagar besi sekitar Kali Nabire.

Pagar besi yang sudah buat, harus rehabilitasi kembali supaya tahun mendatang tidak terjadi untuk merugikan tanah dan tanaman kami. Jika dibuat baik dari sekarang, maka kemungkinan banjir tidak terjadi dan secara meluas, karena banjir tahunan terjadinya setahun,” pintanya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, pemilik kios di samping Jembatan Kali Nabire, Rudi (28) mengatakan, banjir tahun sebelumnya menghanyutkan barang-barang warga, namun kini merusak jembatan ini.

“Banjiran tahunan, kiprahnya terjadi demikian. Tapi jauh berbeda dengan sekarang ini. Sebab tahun sebelumnya hanyut hanya barang-barang dalam rumah kami dan banjir lebih dari itu, tapi tahun ini merusak jembatan, sehingga motor dan mobil tak bisa melewati jembatan di sini,” ungkapnya.

Rudi juga meminta Pemerintah Kabupaten Nabire segera merehabilitasi jembatan yang anjlok itu agar aktivitas warga Nabire berjalan lancar.

“Pemerintah Nabire segera memperbaiki jembatan tersebut, karena masyarakat mau melakukan kegiatan dan tujuan kami bersama. Ini merupakan satu hal yang merugikan warga Nabire secara total mulai hari ini. Tak bilangkan dengan aktivitas dalam kantor, baik Kabupaten Nabire, bahkan Dogiyai, Deiyai dan Paniai,” pintanya.

Pantauan Majalah Beko, warga Nabire banyak berdatangan ke lokasi dan melihat secara jelas kondisi Jembatan Kali Nabire (penghubung antara wilayah Bumi Wonorejo dan Karang Tumaritis) yang anjlok, Minggu (33/3) pagi.

Air Kali Nabire mengalir sangat deres. Berbagai pohon tumbang. Pagar besi yang dipasang di pinggiran kali tersebut rusak. Begitu pula dengan beberapa rumah dan tanaman warga di sekitar Kali Nabire.

Hingga berita ini dipublikasikan, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa melewati Jembatan Kali Nabire, kecuali pejalan kaki.

Dilansir www.nabire.net, Jembatan Kali Nabire anjlok kurang lebih 70 cm.

(YD)
Warga Nabire Sesalkan Anjloknya Jembatan Kali Nabire dan Meminta Pemda Segera Rehabilitasi Reviewed by Majalah Beko on 11.43.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.