BREAKING NEWS

Berita

7 Tips Menghadapi Krisis TT Bagi Mahasiswa di Rantauan

Oleh Neson Elabi

Istilah krisis “TT” (Tanggal Tua) tidak asing  lagi bagi kalangan pelajar atau mahasiswa yang sedang menuntut ilmu  di dunia rantauan. Krisis tanggal tua  menjadi langganan bulanan bagi hampir sebagian besar mahasiswa  di dunia rantauan. Apalagi, bagi mereka yang hanya mengandalkan kiriman bulanan dari orang tua. Berikut ada 7 tips menghadapi krisis TT yang penulis ingin bagikan kepada pembaca.

1. Prioritaskan Dahulu Hal yang Menjadi Kebutuhan Utama
Biasakan diri dengan mengutamakan yang prioritas terdahulu. Foto: Ist.
Kebutuhan manusia memang tidak pernah terasa tercukupi. Walaupun kita menjadi orang terkaya di dunia, kebutuhan pasti selalu ada saja setiap saat. Apalagi, bagi kalangan mahasiswa di dunia rantauan, mulai dari tagihan kos, tagihan listrik, biaya laundry pakaian, hingga biaya photo copy buku, print dan jilid tugas, dan lain-lain. Semua ini perlu mengeluarkan biaya. Maka, biasakanlah mengutamakan apa yang menjadi kebutuhan dasar (primer). Jangan pernah terpancing dengan diskon harga barang akhir tahun atau harga cuci gudang, terutama bagi mereka yang hobby belanja (shopping), apalagi dalam kondisi keuangan yang pas-pasan.

2. Bertemanlah dengan Sebanyak Mungkin Teman
Bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman. Foto: Ist.
Jangan hanya berteman karena sama-sama berasal dari satu daerah atau berteman karena sama hobby, tetapi  biasakan bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman dan dari berbagai latar belakang. Dengan mempunyai banyak teman, mungkin Anda bisa meminta bantuan ketika kiriman bulanan Anda terlambat atau bantuan tugas perkuliahan lainnya saat Anda mengalami kesulitan. Banyak terman juga membantu Anda, ketika Anda hengkang dari bangku perkuliahan atau ketika Anda membutuhkan link dalam dunia pekerjaan nanti. Indonesia itu masih luas, maka bertemanlah dengan sebanyak mungkin teman, karena dengan banyak teman, Anda akan merasakan manfaatnya nanti.

3. Belajarlah Berbagi dan Memberi
Belajarlah mencoba memberi dan berbagi. Foto: Ist.
Kita tidak akan merasa kehilangan ketika memberi. Memberi adalah hal yang sangat baik didengar, namun sangat sulit dilakukan. Bagi mahasiswa, memberi tidak hanya berupa uang, namun berbagi  sesama, ketika kita punya apa yang dibutuhkan teman. Mungkin berbagi dengan membayarkan makan atau minum,  ketika teman Anda belum mendapat kiriman, mem-photo copy-kan buku tugas atau yang lainnya. Ketika kita berbagi sesama, maka percayalah Anda juga akan diberi saat kesulitan nanti. Maka, belajarlah berbagi dan menyisihkan, ketika Anda merasa memiliki lebih.

4. Biasakan Mempunyai Celengan Pribadi
Biasakan mempunyai celengan pribadi di kamar kosmu. Foto: Ist.
Uang receh (uang logam) mungkin tidak berguna lagi di sebagian  wilayah di Indonesia. Namun, uang rece masih bisa dimanfaatkan, jika Anda merantau di Pulau Jawa atau beberapa kota besar yang lain. Jangan biasakan uang logam berserakkan di kamar kosmu, di atas lemari pakaiannmu atau di bingkai jendela kosmu. Kumpulkanlah recehan itu dalam celengan kamarmu, karena tanpa engkau sadari, koin-koin dalam celengan ini akan Anda butuhkan ketika  krisis tanggal tua tiba.

5. Bergabunglah di UKM / HMJ yang Ada di Kampusmu
Biasakan diri bergabung dengan UKM / HMJ di kampusmu. Foto: Ist.
Jangan pernah menjadi mahasiswa D4P (Datang, Duduk, Diam, Dengar dan Pulang) selama Anda berada di bangku perkuliahan. Biasakan bergaul dan partisispasi di kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh  UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang ada di kampusmu, karena himpunan atau UKM pasti mempunyai kegiatan-kegiatan yang bisa membantu Anda, entah itu kegiatan dies natalis jurusanmu, pentas syukuran wisudawan atau kegiatan lain yang diselenggarakan himpunanmu. Dengan partisipasi dan keikutsertaan kegiatan tersebut, Anda mungkin akan mendapat makanan atau bungkusan secara gratis yang tentunya akan menghemat uang makan sekali atau dua kali.

6. Jangan Pernah Membuang Botol / Kertas Bekas dari Kos atau Kontrakanmu
Biasakan jangan membuang barang bekas dari kosmu. Foto: Ist.
Kertas atau botol bekas mungkin tidak dipakai di tempat asalmu, namun berbeda dengan kota-kota besar di Jawa, Jakarta, atau beberapa kota lainnya di Indonesia. Semua barang bekas bisa didaur ulang atau bisa dijadikan uang. Maka, cobalah mengumpulkan kertas bekas photo copy-an tugas-tugas kampusmu, botol bekas air mineral  atau barang bekas lainnya. Semua ini bisa Anda timbang, ketika Anda membutuhkannya nanti. Ini mungkin akan membantu saat Anda terkena infeksi TT. Jangan pernah gengsi dan malu karena orang-orang hebat di dunia juga pernah melakukan hal yang bodoh bagi banyak orang, namun mereka sukses. So... jangan pernah gengsi dan malu mencoba melakukan ini.

7. Kerjakanlah yang Bisa Dikerjakan Sendiri, Jangan Selalu Mengeluarkan Biaya
Cobalah mengerjakan sendiri hal-hal yang mungkin bisa dikerjakan sendiri, misalnya; mencuci pakaian, mencuci sepeda motor Anda atau membuat sarapan pagi, dll. Jika Anda perlahan mencoba belajar untuk melakukan hal-hal ini, mungkin akan membantu menghemat pengeluaran bulanan Anda. Maka, cobalah kerjakan sendiri  hal-hal yang mungkin bisa dikerjakan sendiri, walaupun merasa kondisi keuangan Anda cukup untuk membayar semua ini. Namun, apa salahnya jika mencoba untuk mengerjakannya sendiri.

Itulah beberapa tips yang penulis bisa bagikan. Semoga bermanfaat dan membantu sahabat rantauan ketika krisis tanggal tua menimpah  di dunia rantaunmu.  Jangan selalu berfikir kehidupan di kota besar harus selalu dijalani dengan uang. Ada beberapa hal yang bisa kita kerjakan sendiri tanpa mengeluarkan uang. Cobalah menghargai sepeser yang kamu miliki, karena kita belum tahu seberapa tetesan keringat yang “mereka” cucurkan untuk mendapatkan sepeser tersebut. Salam Mahasiswa Rantauan! J J
7 Tips Menghadapi Krisis TT Bagi Mahasiswa di Rantauan Reviewed by Majalah Beko on 00.11.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.