Breaking News

Berita

Bapa, Masih Terlalu Pagi

Oleh Ketty Y. Pigai
Ilustrasi. Foto: Beko.
Sosok yang tangguh penuh kasih.
Walau kadang, seberkas wajah senyum tak terhiaskan pada wajahnya.
Sosok itu begitu cepat berlalu.

Tiada satu dari ribuan kisah yang ku alami,
Bersama dia yang tersimpan.
Ingin ku putar waktu itu.

Namun, waktu itu hilang.
Kadang berharap kembali.
Namun, semua itu takkan kembali.

Terlalu dini kau pergi.
Terlalu dini untuk sampaikan pesan padaku.
Apa sungguh ku mengerti sedang hati?

Masih pagi bagiku...
Kasih sayang itu begitu cepat berlalu.
Belum ku lihat gemilangnya hariku bersamamu.

Hangati tubuhku, lelahnya tubuhmu, belum sempat ku lihat.
Belum sempat ku ulas-ulas tubuhmu.
Belum sempat ku tafsirkan roman wajahmu.

Hingga kini, semua dalam lamunan.
Kenangan sederhana yang kau tinggalkan,
Dalam selembar kenangan yang bergambar wajahmu.

Jadi pelepas rindu bagiku.
Bapa, hari bagiku, dini kau pergi.
Tinggalkan kenangan singkat yang belum sempat ku ingat. 
Bapa, Masih Terlalu Pagi Reviewed by Majalah Beko on 10.41.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.