BREAKING NEWS

Berita

HUT Tota Mana: Frans Bobii Kembali Luncurkan Buku ”Wodeyokaipouga Nabi Yang Terlupakan”

Fransiskus Bobii. Foto: Dok. Pribadi.
Manokwari, Majalah Beko - - Tidak asing bagi kalangan masyarakat Kabupaten Deiyai, jika tanggal 9 Mei setiap tahun diperingati sebagai Hari Ulang Tahun “Tota Mana” di Kampung Tadauto, Wagomani, Tigi Barat, Deiyai. Tanggal ini diperingati sebagai ‘Hari Kebangkitan Jati Diri dalam falsafah “Tota Mana”; ajaran Allah, pencipta alam semesta yang tumbuh dan berkembang, serta kisah-kisah tokoh Wodeyokaipouga BobiiWodeyokaipouga adalah seorang tokoh teolog lokal yang belum dikenal secara umum. Ketika itu, Wodeyokaipouga Bobii tampil sebagai guru yang mengajarkan ajaran Allah tanpa berguru versi suku Mee yang selanjutnya dikenal dengan “Tota Mana”.

Wodeyokaipouga tampil tahun 1920 sebelum tokoh-tokoh teolog lokal muncul setelah Koyeidaba (mesianis suku Mee). Penetapan tanggal 9 Mei mengandung arti tersendiri bagi warga setempat, serta merupakan ramalan yang diartikan sesuai dengan petunjuk alam. Mei (dalam bahasa Mee), artinya datang. Angka sembilan (9), artinya akan terwujud pada generasi ke sembilan. Secara harafiah, disimpulkan bahwa firman Allah akan terwujud pada generasi ke sembilan.

Ramalan tersebut selalu diungkap secara terus-menerus dan dimulai dengan ajaran Tota Mana semenjak tahun 1920 silam. Hingga tahun 1975, ia menghembuskan nafas terakhir. Wodeyokaipouga Bobii, seorang sosok teolog lokal versi suku Mee yang muncul pada zaman isolemen. Ia adalah anak kedua dari pasangan Wodeyoka Bobii dan Waineumau Waine pada tahun 1910 (baca tesis Mater of art Pdt. Yulius Bobii, 1992).

Ayahnya peramal bagi kaum ibu yang hamil di kampung tersebut. Ketika istrinya mengandung Wodeyokaipouga, ayahnya meramalkan; jika janin yang dikandung istrinya seorang laki-laki, ia akan melakukan sesuatu yang aneh dalam kalangan masyarakat. “Ia akan mewartakan tentang Kabo Mana, sebagaimana dikutip Pdt. Yulius Bobii, MA dalam tesisnya, STT Walterpost (1992).

Seluruh karya Wodeyokaipouga tidak tercatat, sebab ia tidak berguru kepada siapapun, bahkan tidak pernah keluar dari lembah daerah Debey. Ia mendapatkan kekuatan hanya melalui mimpi dan benda-benda kosmos sekitarnya sebagai jembatan emas. Jalinan cinta dengan Allah terhubung ketika Wodeyokaipouga menghilang selama tiga (3) hari. Ketika kembali, ia didapatkan dalam gelagah di samping rumahnya. Ia tampil dengan gaya kepemimpinan yang penuh hikmat. Kala itulah ia memulai berbagai gerakan dalam mengajarkan ajaran Tota Mana atau teologi lokal versi suku Mee. Firman pertama yang diajarkannya berbunyi, Edoga puki-paki koda Tota Mana muto kodo Ugatamee ma enaimo tota. Tota Mana kodo Ugatamee kidi [Wodeyokaipouga, 1920]. Ternyata, ayat tersebut sesuai dengan isi Alkitab yang tertuang dalam Injil Yohanes 1:1. Berbagai kegiatannya diawali dengan pengumpulan 12 orang sebagai pekerja. Kedua belas orang tersebut memiliki tugas mereka masing-masing, sesuai kebutuhan warga setempat. Sebagai manusia kuno, kebersamaan mereka sangat terlihat; mulai dari makan bersama, kerja bersama, dan berdoa bersama. Dua pokok karya yang dilakukan olehnya adalah karya spritual, yakni pengajaran teologi lokal tentang berbagai pandangan hidup bersama; Tota Mana. Dalam landasan hidup ini memuatkan berbagai larangan, pujian kepada Allah [Ugata Mee] sebagai pencipta manusia dan segala isinya. Sementara, karya sosial atau diakonia berhubungan dengan kegiatan bersama, yakni membangun rumah bersama, bekerja bersama, dan makan bersama. Karya sosial ini berada dalam satu komando, yakni “enaimo” atau bersama.

Seluruh sejarah perjalanan sosok teolog lokal ini telah dituliskan Fransiskus Bobii dalam sebuah buku berjudul ”Wodeyokaipouga Nabi Yang Terlupakan”. Buku tersebut berisikan karya nyata dalam mengajarkan ajaran Ugatamee (Allah) kepada masyarakat setempat sebelum mengenal agama tertulis. Buku ini merupakan buku ke empat setelah sebelum Bobii menerbitkan buku Presfektif Adama Youw 38 Tahun Membangun Nabire (2008), Deiyai Dalam Proses Pembangunan Bangsa (2012), Herman Tillemans Awepito (2014).

(AP)
HUT Tota Mana: Frans Bobii Kembali Luncurkan Buku ”Wodeyokaipouga Nabi Yang Terlupakan” Reviewed by Majalah Beko on 19.06.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.