Breaking News

Berita

Kisah Hidup Dr. Benjamin Carson dalam Menggapai Karirnya

Oleh Delian Dogopia
Dr. Benjamin Carson. Foto: Ist.

Benny, itulah panggilan ibunya. Dia berdiri walaupun dengan  kehidupannya yang biasa dikucilkan dengan mengejeknya dari hasil belajarnya yang kurang memuaskan. Namun di sela kehidupannya, Benny dengan giat membaca. Rasa ingin tahu yang tinggi didorong dengan nasehat seorang ibu yang buta huruf, Benny mampu mengubah hidupnya menjadi seorang dokter bedah otak  pertama pada tahun 1987.

Kehidupan Benny memang “kacau”. Waktu SD, dalam kelas, Benny memang kalah dalam pelajaran Matematika. Nilai yang dia dapat selalu 0. Karna nilai Matematika-nya yang buruk membuat teman-temanya selalu mengejeknya, sampai dari salah satu temannya menghinanya dengan kata, “Kamu adalah anak kambing yang paling bisu di dunia, Benny!” Kata ini membuat Benny emosi. Benny memukul temannya hingga menimbulkan masalah di sekolahnya yang akhirnya mengundang ibunya datang di sekolahnya untuk mendapatkan teguran dari pihak sekolah.

Ibu : “Apa yang terjadi Benny? Nilaimu tidak sejelek ini ketika di Boston.”
Benny : “Di boston, sangat mudah. Sedangkan, di sini aku disuruh banyak hal.”
Ibu : “Kamu tidak ditakdirkan untuk gagal. Kamu harus bisa mengendalikan emosimu.”
Benny : “Mereka mengejakku bodoh, bu.”
Ibu : “Kamu harus bisa meningkatkan prestasimu. Ibu yakin kamu pasti bias.”
Benny : “Tapi, aku sangat bodoh, bu.”
Ibu : “Tidak, kamu tidak bodoh. Kamu anak yang pandai. Dengarkan aku. Kamu hanya belum menggunakan kepandaianmu. Jika kamu terus-terusan seperti ini, kamu akan menghabiskan seluruh hidupmu mengepel di lantai pabrik. Itu pasti bukan kehidupan yang kamu inginkan, dan itu juga bukan kehidupan yang diinginkan Tuhan untukmu, Benny.”

Meskipun dengan banyak kekurangan, Benny tidak menjadi minder untuk mengejar suatu impian yang tertanam dalam benak Benny. Selain itu, dia mengikuti nasehat ibunya, walaupun ibunya buta huruf dan pembantu di rumah Prof. Burkett. Dengan melihat keadaan di rumah Prof Burkett yang memiliki banyak buku, ibunya belajar cara belajar seorang Prof. Burkett. Hal ini  menjadi contoh dalam mendidik anaknya, Benny untuk  mampu membangkitkan semangat dalam dirinya. Sehingga, Benny harus banyak belajar dengan membaca buku dan menggali sebuah persoalan dengan  rasa ingin tahu yang dalam.

Dengan demikian, Benny mulai rajin mengunjungi perpustakaan dengan niat membaca buku dan selalu menggali persoalan apa saja yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Ini membuat banyak pertanyaan yang membawa dirinya harus berjuang. Dia mendekati seorang gurunya untuk menjawab sebuah pertanyaan yang ditanyakan oleh seorang guru Geografi tentang terbentuknya batu Obsidian dari larva gunung meletus. Niat dan kerja keras Benny membuat dia berhasil dalam lomba Spalling Bee dan Benny berhasil mendapatkan piagam siswa berprestasi di sekolahnya. Sehingga, kepala sekolah menilai diri seorang Benny yang dulunya diejek, tapi dengan semangatnya, Benny bisa berhasil.

“Sebelum Benjamin duduk, saya punya beberapa patah kata untuk disampaikan. Benjamin adalah anak dari keluarga African-American. Dia bahkan tidak punya ayah dalam hidupnya. Dia datang dengan banyak ketidakberuntungan. Tidak ada alasan bagi kalian semua untuk tidak bisa melakukan yang lebih baik darinya. Ada apa dengan kalian semua, anak-anak? Kalian tidak cukup keras berusaha. Seharusnya kalian malu.”  Demikian pidator guru kelas Benny saat acara kelulusan.

Setelah menghabiskan pendidikannya di bangku SMA pada tahun 1969, Benny melanjutkan pendidikan tinggi di Yale University Fakultas Kedokteran yang termasuk kampus nomor satu di dunia. Dengan kerja keras dan niat belajar baik dalam mengatur cara belajarnya, Benny menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

Setelah Benny menyelesaikan Pendidikan, dia mencoba melanjutkan magang di Rumah Sakit John Hopskin Hospital, yakni salah satu rumah sakit terkenal di Amerika. Awal operasi yang dilakukan, Benny berhasil mengoperasikan pasien yang mengalami geger otak akibat kena pukulan tongkat Baseball. Pengoperasian ini dilakukan tanpa pengawasan dokter senior. Dengan melihat operasi yang dilakukan tanpa pengawasan, Benny sangat ketakutan dengan hasilnya. Tidak menutupi kemungkinan, doa menjadi teman dalam menunggu hasilnya. Karena  hasil operasi yang memuaskan, Benny dipanggil untuk selalu aktif di rumah sakit tersebut karena tindakan yang sangat tepat dalam operasinya.

Dari hasil operasi yang dilakukan membuat Benny terkenal di media, bahkan di TV sampai ke seluruh dunia. Ini membuat Benny mendapat tawaran operasi yang sangat berat dengan mengoperasikan kepala dua bayi yang telah menyatu sejak lahir. Dengan penuh percaya diri,  Benny menerima tawaran tersebut.

Untuk menyelesaikan pekerjaan besar tersebut, Benny membutuhkan banyak waktu belajar dengan membaca buku, serta mempelajari otak dalam kehidupan sehari-hari dengan imajinasikan air dan bilyar. Itulah yang membuat Benny mengambil keputusan dengan menggunakan metode menghentikan jantung untuk sementara waktu dengan bantuan 30 dokter berdasarkan kelebihan bidangnya masing-masing. Mereka melakukan gladi bersih sebelum satu hari melakukan operasi.

Pengoperasian besar dilakukan dan dikunjungi beberapa media dan TV ini berjalan sampai ke ujung dunia operasi yang dilakukan pada tanggal 5 September 1987, dengan kesepakan waktu untuk menghentikan jantung kedua bayi selama 1 jam setelah pembelahan dada. Pengoperasian besar yang dilakukan itu ternyata berjalan dengan baik dan kedua bayi itu bisa terpisahkan dengan selamat. Perhentian detak jantung satu jam membuat  Benny terkenal dengan Dokter Bedah Otak Pertama Kali di dunia pada tahun1987.
****
Ternyata di balik keberhasilan seorang Dr. Benjamin Carson dengan sebutan Benny dari ibunya, tersimpan cerita yang mengispirasikan. Benny  juga menggambarkan sosok orang yang dikucilkan sejak kecil, namun Benny bisa bangkit dengan melawan dirinya yang sebelumnya nakal dan bodoh, seperti yang dikatakan orang. Dia bangkit di sela pelecehan dari teman-temannya dan doa selalu melengkapi kekurangan dalam rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini membuatnya memiliki imajinasi dalam mengambil tindakan dengan penuh percaya diri.
Kisah Hidup Dr. Benjamin Carson dalam Menggapai Karirnya Reviewed by Majalah Beko on 23.04.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.