BREAKING NEWS

Berita

Menjadi Tonawi, Petrus Tebai: Masyarakat Kembali ke Tradisi Asli Suku Mee

Ilustrasi pahatan pagar suku Mee. Foto: IT/Beko.
Dogiyai, Majalah Beko - - Seorang pengusaha muda di Kabupaten Dogiyai, Petrus Tebai mengatakan, menjadi orang sukses atau tonawi (dalam bahasa Mee) tidak harus dengan bekerja di birokrasi.

Jadi orang sukses tidak harus kerja di kantor, Polisi Pamong Praja (Pol-PP), tukang ojek, karyawan atau mencari borongan,” katanya ketika ditemui Majalah Beko di kediamannya, Kampung Dikiyouwo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Jumat (01/04).

Dikatakan Petrus, kesuksesan bisa diraih melalui usaha non birokrasi sesuai tradisi asli suku Mee.

“Kita bisa mengelolah hasil hutan, seperti sejenis kerajinan tangan mencincang papan, pagar, serta sejenis kerajinan tangan yang lainnya, karena itu juga daya jual makin naik dan pembeli pun makin meningkat. Ini sesuai tradisi suku Mee. Saat ini ketersediaan alam masih masih berlimpah,” kata peternak kelenci itu.

Petrus juga menilai, banyak kaum muda dan orang tua sudah melupakan tradisi asli suku Mee itu akibat perkembangan zaman.

“Dulu, banyak anak muda dan orang tua yang kuat kerja di kebun dan di hutan, yang selalu mengisi waktu untuk membuat kerajinan tangan. Sekarang sudah terpengaruh dengan alat-alat modern, seperti motor, sehingga lupa dengan kegiatan seharian mereka,” katanya.

Untuk menjadi tonawi, Petrus mengajak masyarakat kembali ke tradisi asli suku Mee, bekerja keras dan mengelola sendiri hasil alam.

Maka itu, tempat kerja itu tidak hanya duduk-duduk di satu tempat, seperti di kantor, pagi sampai sore, yang hanya merugikan tenaga dan waktu. Waktu terus berputar, sehingga kita harus bekerja keras dengan apa yang kita punya, yang masih disediakan oleh alam. Kita kelola sendiri dengan yang kita punya,” ajaknya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, seorang tokoh pemuda, Okto, mengakui pengaruh kaum muda terhadap perkembangan zaman di Dogiyai.

“Para usia remaja sangat terpengaruh dngan alat-alat modern, terutama dengan kendaraan beroda dua dan empat. Itu sangat banyak di Dogiyai. Bahkan, dari ada banyak pula dari usia-usia lanjut,” ungkapnya.

Lanjut Okto, “Dengan alat-alat itu, para usia remaja dan pula usia tua lupa dengan kebiasaan para orang tua mereka yang membuat pagar, membuat kebun dan pekerjaan lainnya, yang tidak terlepas dari warisan tetek-nenek moyang mereka.

(IT)
Menjadi Tonawi, Petrus Tebai: Masyarakat Kembali ke Tradisi Asli Suku Mee Reviewed by Majalah Beko on 13.42.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.