Breaking News

Berita

Otonomi Kampung Hilang, Nicodemus Wamafma: Mahasiswa Bisa Hidupkan Sesuai Jurusannya

Anggota Korwil Deiyai sedang mengikuti seminar sehari di Ruangan Kuliah Fapet 1 Unipa. Foto: YG/Beko.
Manokwari, Majalah Beko - -  Dosen Antropologi Unipa, Nikodemus Wamafma mengatakan, otonomi kampung secara kodrat sudah diberikan Tuhan dan ada sejak orang Papua diciptakan, namun kini mulai menghilang akibat pemerintah mengimplementasikan Peraturan Pemerintah (PP) No. 72 Tahun 2005 dan telah disempurnakan sekarang dengan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Undang-Undang Dasar Nomor 6 Tahun 2014 muat tentang otonomi desa. Hari ini kita sudah memberikan kesempatan yang luas untuk membangun kampung dan terakhir tahun 2014 tentang desa yang di dalamnya itu menggeserkan otonomi kampung yang sudah ada, secara khusus ruang terbentuk untuk kampung itu,” katanya saat memberikan materi “Perkembangan Otonomi Kampung” kepada 40-an anggota Korwil Deiyai IMPT Manokwari dalam seminar sehari yang digelar Badan Pengurus Korwil Deiyai di Ruangan Kuliah Fapet 1 Unipa, Sabtu (30/04).

Menurutnya, bergesernya otonomi kampung ini bisa diatasi dengan membuat peraturan daerah (perda) yang ‘menghidupkan’ otonomi kampung dan diimplementasikan melalui program pendidikan berbasis budaya.

Menurutnya lagi, hal ini perlu dilakukan demi menjaga kebudayaan lokal dan menghadirkan kembali otonomi (asli) kampung sebagai sebuah pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat adat suatu daerah di Papua.

Selain itu, dituliskan Wamafma dalam paper-nya “Otonomi Kampung di Kabupaten Jayapura”, pendekatan pemberdayaan masyarakat, yaitu “kampung membangun” sangat relevan dengan otonomi asli kampung karena memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada masyarakat kampung untuk terlibat dalam semua tahapan pembangunan di kampung dengan dukungan pendanaan dari pemerintah setempat.

Sehingga, Dosen Antropologi itu mengajak mahasiswa memahami hakikat otonomi kampung sebelum mengaplikasikannya di masyarakat sesuai jurusan tiap mahasiswa.

“Mahasiswa harus berpikir lagi untuk sisi ini. Jadi, saya berharap juga dengan materi ini memberikan pemahaman yang jelas bagi teman-teman mahasiswa tentang apa itu sebenarnya otonomi kampung? Apa itu sebenarnya kewenangan yang luas itu? Bagaimana mereka melibatkan diri?” harapnya.

Lanjutnya, “Jangan hanya berpikir untuk menjadi pegawai negeri saja, tapi coba teman-teman bisa berpikir untuk pulang ke kampung dan menjadi motivator dengan semua ilmu dan pengetahuan yang dimiliki untuk bersama-sama dengan orang tua di kampung dan  membangun kampungnya. Ini harus dilakukan untuk mengimplementasikan otonomi kampung yang sebenarnya. Tuhan sudah berikan kepada kita di kampung kita masing-masing.”

(YG)
Otonomi Kampung Hilang, Nicodemus Wamafma: Mahasiswa Bisa Hidupkan Sesuai Jurusannya Reviewed by Majalah Beko on 23.40.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.