BREAKING NEWS

Berita

Press Release KNPB dan PRD Mnukwar 13 April 2016

Pihak Kepolisian Manokwari menjaga ketat aksi Nasional KNPB 13 April 2016 di Amban, Manokwari. Foto: KNPB Mnukwar.
Bagian I: Kondisi Wilayah Mnukwar dan Pers Release KNPB Dan PRD Mnukwar

Sekitar Amban dan depan Kampus Unipa, serta sepanjang jalan Manokwari dijaga ketat oleh Brimob dan Polisi Indonesia dari pagi, sekitar pukul 07.00 WP sampai malam. Mereka juga menggunakan 2 truk milik Polisi dan 2 buah mobil, serta 1 belakos dipenuhi anggota Polisi yang sedang berpatroli di Jalan Amper dalam, depan Sekretariat KNPB Mnukwar pukul 15.50 WP. Mereka juga menggunakan 1 buah Bus milik Polda Papua Barat yang di parkir di depan Polsek Amban. Tidak hanya itu, ada banyak sekali mobil dan motor yang diparkir. Sebenarnya, kami, KNPB tidak berbicara aksi, tetapi Kepolisian dan Brimob justru meresahkan Rakyat Papua di Manokwari.

Hari kemarin dan sekarang, provokator membagikan selebaran dan memasang spanduk yang bertuliskan ULMWP STOP BIKIN MALU MEMBAWA NAMA ORANG PAPUA KE INTERNASIONAL KARENA BIKIN MALU ORANG PAPUA.

Tidak hanya itu
, ada provokator yang membagikan selebaran yang mengatasnamakan KNPB Pusat, nama Badan Pengurus KNPB Pusat di selebaran itu adalah Emeritus Dop, dan stempel lengkap KNPB Pusat, serta alamat kop surat tidak sesuai.


Bagian II:  Pers Release KNPB Mnukwar 13 April 2016

Status Melindo (Melanesia Indonesia) di MSG adalah asosiasi dari awalnya Indonesia menjadi pengamat di MSG, sedangkan status ULMWP mewakili seluruh rakyat West Papua, dari Sorong – Merauke di MSG adalah pengamat (observer). 

Indonesia mendaftarkan Melanesia-Indonesia (Melindo) dan menjadi asosiasi di MSG karena mengingat kebutuhan 3 Provinsi, sedangkan 3 Provinsi, satu Ras Melayu, yaitu Provinsi Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan suatu suku bangsa yang memiliki ras yang sama dengan Ras Melayu – Indonesia, tetapi Indonesia keliru mengatasnamakan 3 Provinsi mendaftarkan Melindo di MSG.

Kami melihat dari kaca mata politik, bahwa Indonesia mengakui 3 Provinsi di Indonesia yang memiliki Ras Melayu, tetapi 3 Provinsi ini bisa menentukan nasib sendiri atau bisa memerdekaan diri dari Indonesia menjadi sebuah negara.

S
ementara, sekarang ke 3 Provinsi itu diobjekan oleh Indonesia dan bergabung bersama MSG memakai nama Melindo dan menjadi asosiasi di MSG. Asosiasi ini terdiri dari Provinsi Maluku Utara, Provinsi Maluku, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuannya, untuk menggalang isu Papua Merdeka.

Indonesia bukan
Anggota Penuh di MSG, tetapi kumpulan atau kelompok yang disebut asosiasi, terdiri dari Provinsi Maluku Utara, Provinsi Maluku, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, karena isu Papua Merdeka didorong oleh MSG pada tahun 2013 lalu dan ada beberapa gerakan perjuangan Papua Merdeka, yaitu West Papua Coalition National Liberation (WPNC) dari Alm. Dr. Otto Onawame, waktu itu berusaha membawa masalah dan berusaha mendaftarkan West Papua di MSG. Begitu juga semua komponen perjuangan Papua Merdeka berkumpul di Vanuatu dan membentuk United Liberation Movement of West Papua (ULMWP). Sehingga, indonesia berusaha untuk meredam perjuangan orang Papua dengan cara membentuk Melindo atas nama dan mengobjekkan 5 Provinsi, agar meredam aspirasi Papua Merdeka di MSG. Terbukti pada bulan Maret 2016, terakhir kemarin, Indonesia membayar Pimpinan Fiji dan PNG untuk meredam isu perjuangan Papua Merdeka.

Melanesia-Indonesia yang disingkat Melindo adalah suatu nama ilegal di MSG, karena mulai bangkitnya isu Papua Merdeka di MSG (Malanesia Spearhead Grup), Indonesia memaksakan dari Melayu menjadi Melanesia di MSG dan mendaftar atas nama 5 Provinsi itu. Sedangkan, Papua dan Papua Barat tidak termasuk dalam Melanesia-Indonesia (Melindo). Papua dan Papua Barat memiliki wakil, yaitu ULMWP sebagai badan pemersatu perjuangan rakyat West Papua dan telah menjadi pengamat di MSG (Malanesia Spearhead Grup).

Rakyat West Papua mengakui ULMWP sebagai wakil rakyat yang sah dan tidak bisa diganggu gugat oleh negara manapun. Maka, pada hari ini, Rabu, 13 April 2016, kami, Rakyat West Papua melalui Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Mnukwar bersama KNPB sebagai Media Rakyat West Papua mendukung penuh para Pemimpin PNG, Salomon Island, Fiji, Kanaki and Vanuatu, untuk menerima ULMWP sebagai Anggota Penuh (Full Member) di MSG.

Kami
, Rakyat West Papua melalui Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Mnukwar bersama KNPB sebagai Media Rakyat West Papua mendesak para Pemimpin PNG, Salomon Island, Fiji, Kanaki and Vanuatu tinjau kembali Indonesia adalah Ras Melayu, negara merdeka dan berdaulat. Sedangkan, status Melindo di MSG dari negara dan ras mana? 

Kami
, Rakyat West Papua melalui Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Mnukwar bersama KNPB sebagai Media Rakyat West Papua mendesak dan meminta para Pemimpin PNG, Salomon Island, Fiji, Kanaki and Vanuatu menghapus status keanggotaan Indonesia (Melindo) di MSG dan menerima ULMWP sebagai Anggota Penuh (Full Member) di MSG.

Kami, Rakyat West Papua melalui Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Mnukwar bersama KNPB sebagai Media Rakyat West Papua meminta para Pemimpin PNG, Salomon Island, Fiji, Kanaki and Vanuatu memberikan kesempatan kepada Orang Papua melalui ULMWP untuk Penentuan Nasib Sendiri bagi West Papua di bawah perlindungan PBB dan MSG.

Mnukwar, 13 April 2016

Badan Pengurus K
NPB Mnukwar
Sekretaris


Melkias Beanal
Press Release KNPB dan PRD Mnukwar 13 April 2016 Reviewed by Majalah Beko on 21.08.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.