Breaking News

Berita

“Black Campaign” dan Politik Adu Domba Indonesia

Black Campaign dan Politik Adu Domba Indonesia. Foto: Ist.
Pergerakan perjuangan kemerdekaan West Papua sedang mengglobal. Dukungan-dukungan internasional dan isu pelanggaran HAM serta sejarah West Papua yang dimanipulasi sudah terkuak kebenarannya ke dunia internasional. Posisi West Papua saat ini sedang dipantau oleh dunia. Masalah politik West Papua bukan lagi masalah nasional atau masalah kesejahteraan yang dilakukan oleh Indonesia. Bahkan, masalah West Papua sudah pada forum indegenous people yang diajukan dan dibahas beberapa waktu lalu oleh Mr. Yohanes Anari dan sudah diterima oleh Ban Kimon, General Secretary Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara, West Papua menuju pada keluarga besar Melanesian Sperhead Group (MSG) di Pasific.

Melihat perkembangan dan pergerakan ini, maka Indonesia semakin ketakutan. Dalam beberapa saat ini sedang berkembang isu-isu sara yang menyudutkan pergerakan kemerdekaan West Papua.  Black Campaign atau kampanye hitam yang dibuat Indonesia ini semakin terlihat keberadaannya. Di Jayapura misalnya, ada pembakaran-pembakaran bendera Bintang Kejora dan Bendera KNPB (Komite Nasiona West Papua). Ada juga pemasangan baliho yang mengambinghitamkan dan melecehkan KNPB dan ULMWP serta pergerakan Perjuangan West Papua. Tidak hanya di Jayapura, aksi pembakaran bendara itu pun dilakukan di Inggris sesudah Pertemuan International Parlementarias for West Papua (IPWP) yang menyerukan referendum di West Papua. Sudah jelas bahwa, orang-orang yang melakukan hal ini hanya segelintir orang yang dibayar Pemerintah Indonesia dan mengatasnamakan orang Papua. Hal ini dilakukan untuk menciptakan konflik horizontal antar orang asli Papua (OAP).

Kita tahu bahwa Indonesia sedang melakukan black campaign di West Papua untuk meluluhkan semangat rakyat West Papua menuju kemerdekaan. Tidak hanya itu, beberapa saat ini juga sedang terjadi pembunuhan dengan modus tabrak lari, dan pembunuhan misterius yang dilakukan oleh sekelompok orang. Di daerah Meepago (Nabire, Paniai, Dogiyai, dan Intan Jaya) misalnya, ada beberapa orang Papua yang mengklaim dibayar militer Indonesia dan melakukan pembunuhan berantai. Bukan itu saja, ada pertikaian antar suku. Di beberapa daerah, misalnya di Timika, ada isu-isu yang sengaja diciptakan sebagai pengalihan isu perjuangan Papua Merdeka.

Melihat situasi perkembangan ini, maka rakyat West Papua harus menunjukkan sikap positif dan tidak terpancing dengan keadaan apapun. Indonesia sedang kekanak-kanakan dan sebaliknya, segenap rakyat West Papua harus menunjukan sikap dewasa dan mengajarkan arti demokrasi yang sebenarnya kepada negara pemilik (Indonesia) yang masih abal-abal ini. Kita telah berkembang jauh. Isu Papua Merdeka telah mendua. Saatnya rakyat West Papua acuhkan keadaan yang diciptakan NKRI dan bangkit melawan dengan cara-cara yang bermartabat.

Kita, rakyat West Papua sedang mendidik Indonesia dengan cara-cara kita yang bermartabat dalam pergerakan kemerdekaan West Papua. Kita tahu bahwa kita akan segera bebas dari kolonialisme Indonesia dan menuju perlawanan imperialisme dan kapitalis global. Oleh sebab itu, rakyat West Papua harus menanggapi dengan sifat dewasa untuk keluar dari kolonial Indonesia.

* Coretan Akhir Bulan

(Admin)
“Black Campaign” dan Politik Adu Domba Indonesia Reviewed by Majalah Beko on 22.16.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.