Breaking News

Berita

Gereja Minta Pemda Deiyai Perdakan 9 Mei sebagai Hari Kebangkitan Totamana

Pastor Paroki Segala Orang Kudus Diyai Dekenat Paniai, Demianus Y. W. Adii, Pr. Foto: Tigi Barat Humas.
Deiyai, Majalah Beko - - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Deiyai harus membuat peraturan daerah (perda) dan mencanangkan 9 Mei sebagai Hari Kebangkitan Totamana. Totamana merupakan ajaran Allah; warisan kerja keras yang tumbuh, berkembang, dan dicanangkan tokoh teolog lokal yang belum dikenal secara umum,  Wodeyokaipouga Bobii.

Demikian disampaikan seorang Tokoh Gereja Katolik di Kabupaten Deiyai, Pastor Demianus Y. W. Adii, Pr. usai menghadiri acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Totamana di Kampung Tadauto Debey, Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Senin (9/5) kepada media ini.

Menurut Pastor Paroki Segala Orang Kudus Diyai Dekenat Paniai itu, peristiwa yang terjadi pada tahun 1920 itu harus mendapat perhatian pihak pemerintah dan ditetapkan sebagai hari kebangkitan bangsa suku Mee di wilayah Meuwodide.

“Saya baru lihat berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sana. Mereka serius dengan ajaran yang turun-temurun dilaksanakan oleh masyarakat dari generasi ke generasi di wilayah itu,” ungkapnya serius.

Selama ini, kata Adii, hampir semua orang belum mengenal siapa sebenarnya Wodeyokaipouga, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai pewaris dan guru Totamana semenjak tahun 1920 silam itu hingga kini.

Selain itu, Adii menilai, kehadiran buku “Wodeyokaipouga Nabi Yang Terlupakan” karangan Fransiskus Bobii yang diluncurkan pada peringatan Totamana ini telah membuka lembaran baru dalam memperkenalkan siapa sebenarnya tokoh Totamana yang tanpa berguru kepada siapapun, namun ia mengajarkan dan mewariskan kepada pengikutnya hingga ia meninggal pada tahun 1975.

“Saya secara pribadi dan atas nama Gereja Katolik di wilayah Barat Deiyai sangat mendukung atas peluncuran yang isinya memperkenalkan seorang tokoh yang selama ini terlupakan oleh khalayak umum. Karena itu demi kelanjutan atas kegiatan yang bermanfaat bagi semua orang suku Mee, pikiran ini harus di tetapkan sebagai hari kebangkitan dalam memperkenalkan ajaran Totamana sebelum agama tertulis masuk di wilayah Meuwodide (Deiyai, Paniai, Dogiyai-red),” ungkapnya.

Sehingga, Pastor Adii meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di wilayah Meepago, khususnya Deiyai membuat peraturan daerah (perda) dan mencanangkan 9 Mei sebagai Hari Kebangkitan Totamana.

“Jika 9 Mei setiap tahun ditetapkan sebagai hari kebangkitan Totamana, maka harus dikaji dari berbagai sudut pandang oleh semua komponen. Hal itu mesti mendapat persetujuan dari berbagai kalangan di daerah Deiyai,” pintanya.

Hal ini mendapat dukungan Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pdt. Benny Giay dalam kotbahnya di perayaan HUT Totamana ini, selain mengajak masyarakat suku Mee bekerja keras sesuai ajaran Totamana dan mengutuk budaya malas.

(DM/Beko)
Gereja Minta Pemda Deiyai Perdakan 9 Mei sebagai Hari Kebangkitan Totamana Reviewed by Majalah Beko on 21.11.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.