BREAKING NEWS

Berita

Ijazah Saja Tidak Cukup, Mahasiswa Dituntut Kembangkan Soft Skill dengan Manajemen Waktu secara Efektif dan Efisien

Wartawan Majalah Beko (kiri) sedang “interview” dengan Dosen Fapet Unipa, Denny A. Iyai (kanan) di Fapet Unipa, Sabtu (30/04). Foto: PY.
Manokwari, Majalah Beko - - Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Unipa, Denny A.  Iyai mengatakan, ijazah seorang mahasiswa sebagai seorang pemimpin tidak cukup menjadikan dirinya dewasa dan profesional, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Menurut Pembina Korwil Deiyai IMPT Manokwari itu, ketrampilan soft skill harus dikembangkan mahasiswa selain ijazah yang diperoleh.

“Tidak hanya kita puaskan dengan selembar ijazah saja, tetapi kita juga bisa harus memberikan hal-hal lain, seperti soft skill-soft skill, misalnya kemampuan analisis data, kepemimpinan, berbicara, berpikir, dan organisasi. Itu akan membuat kita menjadi manusia yang dewasa dan professional,” katanya ketika ditemui Majalah Beko seusai memaparkan materi “Public Speaking” kepada 40-an anggota Korwil Deiyai di Ruangan Kuliah Fapet 1 Unipa, Sabtu (30/04).

Dikatakannya, public speaking adalah salah satu aspek yang harus dipelajari mahasiswa membarengi ijazah dan soft skill.

“Mahasiswa akan memimpin bangsa karena mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa. Dia akan berbicara di depan masyarakat. Itu akan meyakinkan masyarakat untuk mengikuti visi dan misi dari apa yang diprogramkan, apa yang menjadi masukan oleh seorang pemimpin. Public speaking ini salah satu aspek atau salah satu skill yang dikuasai oleh seorang mahasiswa selama masa studinya,” tuturnya.

Iyai mengajak mahasiswa mempelajari dan mengembangkan public speaking dalam kegiatan kemahasiswaan.

“Apa yang kita bicara di depan umum, itu bisa memberikan dan mengarahkan audience, bisa membuat audience tergerak untuk melakukan sesuatu, bisa minta audience untuk berperang dan melakukan sesuatu. Mahasiswa tidak hanya mengharap untuk masa depan saja, tapi saat kesempatan sekarang inilah kami harus menguasai, presentase di dalam ruangan. Seorang menjadi pengacara, moderator, dan tutor. Itu akan memberikan bekal yang cukup, sehingga mahasiswa bisa menerapkan itu di masyarakat secara kritis, logis, naratif, dan komunikatif,” ungkapnya.

Sementara, di kesempatan yang sama, Dosen Fapet Unipa lainnya, Stepanus Pakage mengajak mahasiswa memanajemen waktu secara efisien dan efektif untuk membarengi soft skill itu.

(YG)
Ijazah Saja Tidak Cukup, Mahasiswa Dituntut Kembangkan Soft Skill dengan Manajemen Waktu secara Efektif dan Efisien Reviewed by Majalah Beko on 19.49.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.