Breaking News

Berita

Konspirasi Negara di Balik Kacaunya Permainan Persipura

Oleh Nomen Douw
Ilustrasi. Foto: Penulis (Ist.)
Berangkat dari persepsi negara yang buruk pada Persipura FC, ada game licik di balik masalah Persipura yang signifikan terjadi beberapa tahun lalu, saat Persipura mania mengikuti kompetisi AFC Cup. Persipura adalah klub sepak bola asal Papua. Kita tahu bahwa Persipura memiliki jejak yang luar biasa. Seluruh manusia Papua sampai alam Papua men-support-nya, karena saat ini hanya Persipura yang mengangkat harkat dan martabat orang Papua setelah grub musik Black Brothers, Mambesak melukis jejak moralitas yang mengagumkan di mata dunia.

Sesudah Indonesia Super Liga (ISL) berlalu pada tahun lalu, untuk ketentuan mengikuti Kompetisi AFC Cup, hanya dua klub Indonesia yang memenuhi syarat yakni; klasmen teratas dan yang kedua (Persib Bandung dan Persipura Mania). Kedua klub asal Indonesia ini meramaikan kompetisi AFC Cup di tingkat Asia saat itu. Dalam laga yang terus bergulir, Persipura manunjukkan performa yang luar biasa, sehingga Persipura masuk perempat final dan Persib Bandung gagal pada putaran pertama alias tidak lanjut.

Sesuai analisa, kekuatan Persipura saat itu sangat menyakinkan sehingga banyak penggemar Persipura berpendapat kalau Persipura akan juara AFC Cup di tingkat Asia. Dengan kekuatan Persipura yang menyakinkan itu, negara gelisah hingga banyak pertimbangan yang negara pelajari dari perjalanan Persipura, sehingga pada akhirnya, negara ambil langkah yang pendek dengan menghentikan karir Persipura sampai di delapan besar;  tidak lanjut akibat masalah yang sengaja dibuat oleh negara demi menghentikan lajunya Persipura mania di tingkat Asia.

Upaya negara untuk mengobrak-abrik kekuatan Persipura tidak berhenti sampai di jalan AFC Cup. Negara masih mencari jalan untuk benar-benar harus menghancurkan kekuatan Persipura di tingkat nasional. Untuk menghancurkan kekuatan Persipura, negara banyak menghadirkan liga-liga lokal, seperti baru-baru ini sudah digelar, di antaranya Sudirman Cup, Bhayangkara Cup, Bali Island Cup dan Kaltim Cup. Kompetisi tersebut dihadirkan untuk memecah kekuatan Persipura yang sudah kokoh dengan sistem kompetisi yang dibuat sedemikian rupa, misalnya pada liga Bhayangkara Cup, sistem pertandingannya, klub ISL dibatasi, sehingga Persipura tidak disertakan. Jadi otomatis pemain Persipura yang sudah menyatu, bubar. Maka efeknya, banyak pemain Persipura yang memiliki kemampuan diperpanjang kontraknya di masing-masing klub seperti; Gerald Pangkali dan Robertino Puriara. Apabila pemain lain kembali memperkuat tim Mutiara Hitam pun, kekuatan Persipura akan menurun karena sangat membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan kekuatan yang solid.

Saat ini, negara sudah berhasil melumpuhkan kekuatan Persipura dan skenario ini bukan sesuatu hal yang baru namun sudah lama, hanya saja dampaknya yang menjadi tujuan negara itulah yang kita baru rasakan saat ini di ajang Indonesian Soccer Championship (ISC). Kekuatan Persipura sudah sangat menurun lantaran belum menyatu, sehingga tidak pernah ada satu kemenangan bagi Persipura yang harus buat masyarakat Papua menangis terharu pada kompetisi (ISC).

Game negara ini dapat kita melihat dari pengukuhan PSSI oleh FIFA. Sebenarnya, untuk mencabut sangsi itu, sangat mudah dan hal itu negara kapan saja bisa dicabut negara, namun karena harus terwujud skenario daripada negara, makanya negara sangat tangguh untuk mencabut pengukuhan FIFA terhadap PSSI. Negara sengaja ulur-ulur pencabutan sangsi FIFA karena kekuatan Persipura masih menonjol/skenario negara belum finish.

Saat ini, di beberapa pertandingan dalam laga ISC, Persipura tidak optimal (jauh-buruk). Negara sudah berhasil, sehingga negara baru-baru saja sudah mencabut pengukuhan PSSI. Hal ini menjadi pertanyaan besar, namun jawabannya kita sudah tahu, kalau ini semua atas skenario negara demi membawa Persipura pada mimpi buruk demi kepentingan politik negara.

Melihat secara kasat mata, negara marasuk manajemen Persipura dan pelatihnya. Hal ini kita bisa melihat dari cara memasang pemain saat beberapa laga yang berlalu kemarin. Sudah begitu, hakim lapangan ikut bermain licik di atas lapangan hijau (gawat). Persipura adalah harga diri Orang Papua karena harga diri sangat berkaitan dengan perasaan batin manusia, sehingga seketika batin tidak nyaman, protes pun akan diperlihatkan dengan berbagai versi. Negara pun mengetahui teori ini, makanya mereka mengupayakan ini semua terjadi.

“Demi untuk memulihkan kekuatan Persipura, pelatih hingga manajemen Persipura harus dirombak. Kalau tidak dilakukan, maka Persipura akan selalu jalan di tempat dan kekecewaan masyarakat Papua akan selalu dilanda di tanah Papua”
Konspirasi Negara di Balik Kacaunya Permainan Persipura Reviewed by Majalah Beko on 14.32.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.