Breaking News

Berita

Perayaan HUT Totamana 2016 Kembali Digelar di Tadauto

Perayaan HUT Totamana 2016 di Lapangan Bola Tadoutu, Senin (09/05). Foto: Tigi Barat Humas.
Manokwari, Majalah Beko - - 9 Mei merupakan momen terpenting dan bersejarah bagi masyarakat di Kampung Tadauto-Debey, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai. Momen ini diperingati masyarakat setempat sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Totamana yang diajarkan oleh Wodeyokaipouga Bobii sejak tahun 1920.

Perayaan HUT Totamana 2016 berlangsung meriah di Lapangan Bola Tadauto, Senin (09/05). Sementara, HUT Totamana 2015 digelar di tempat yang sama pada Sabtu (09/05) lalu.

Perayaan HUT yang bernuansa khas suku Mee ini dihadiri Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pdt. Benny Giay, Wakil Bupati Deiyai, Agustinus Pigome, Pastor Paroki Diyai sekaligus Penanggunjawab Kuasi Paroki Wagomani, Demianus Y. W. Adii, Pr, sejumlah anggota DPRD, para hamba Tuhan dari semua denominasi gereja wilayah  setempat, dan para kepala kampung, serta masyarakat setempat.

Para tamu undangan dijamu dengan tarian khas Koteka - Mogee dan diselinggi “wani” ciptaan dan ajaran Wodeyokaipouga yang berjudul ”Ayi-Ayi Muka-Muka” (Mencari Kedamaian). Para tamu diantar ke Asrama Enaimo yang dibangun Wodeyokaipouga. Asrama ini berukuran 8x12, berlantai 2 dan terdiri dari 12 kamar.

Di asrama, tamu dihidangkan makanan lokal; hasil kerja kebun masyarakat, di antaranya, tebu, buah darah, ubi bakar, serta minuman alah kadarnya. Usai menikmati, para tamu diarahkan ke tempat upacara. Ibadah diawali dengan berbagai lagu-lagu yang diajarkan, pengucapan kembali ayat-ayat hafalan, serta kisah pertemuan nenek moyang marga Bobii dan Pigome oleh warga setempat menyebutnya Totamoye dan Metamoye di Pekuyago, Dedoutei yang dikisahkan dalam adegan drama.

Perayaan ibadah ini dipimpin Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pdt. Benny Giay dan Pastor Paroki Diyai sekaligus Penanggungawab Kuasi Paroki Wagomani, Demianus Y. W. Adii, Pr.

Dalam kotbahnya, Pdt. Benny Giay mengajak pemimpin gereja dan masyarakat suku Mee bekerja keras sesuai ajaran Totamana dan mengutuk budaya malas.

“Para pemimpin gereja jangan hanya berkotbah di gereja saja, tetapi dibarengi dengan kerja keras untuk menghidupkan budaya kerja. Harus meneladani tokoh Wodeyokaipouga sebagai pewaris Owaadaa. Oleh sebab itu, untuk mewariskan budaya kerja sama, harus kuburkan budaya pemalas dan hidup ketergantungan kepada orang lain,” ajaknya.

Hal serupa disampaikan Wakil Bupati Deiyai, Agustinus Pigome dalam sambutan tunggalnya.

“Di masa kini dituntut agar semua keluarga arahkan, menyekolahkan anak-anaknya, sebab di masa depan yang tengah mengalami perubahan ini. Orang berpendidikan akan merubah dirinya dan daerahnya. Jika tidak bersekolah, akan menjadi penonton setia di atas bergulirnya kemajuan yang sangat signifikan ini,” katanya.


Dalam kesempatan ini, Fransiskus Ign. Bobii kembali meluncurkan Buku “Wodeyokaipouga Nabi Yang Terlupakan”.

Selain menghadiri HUT Totamana ini, Pdt. Giay menahbiskan Gereja Kingmi Jemaat Zaitun Tadauto.

(AP)
Perayaan HUT Totamana 2016 Kembali Digelar di Tadauto Reviewed by Majalah Beko on 02.02.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.