Breaking News

Berita

Sadisnya Dunia, Panasnya Sang Surya

Oleh Petrus Yatipai
Ilustrasi. Foto: Beko.
Sulit ku menahan negeri diselimuti lautan darah,
Segala makhluk dihangusi si jago merah,
Teriakan kemerduan suara semakin parau,
Terlihat setiap hembusan dilenyapkan,

Duka cita bangsa lonjak diiringi derasnya gelora,
Dunia tak rasa bersalah,
Catatan bangsa tercoreng habis,
Akal sehat berbalik tangan,
Makhluk berbulu domba tertancap sukma,

Berkah tiada nampak ambisimu,
Jati diriku bertebaran di jagat raya,
Merana paru-paru alam tak dipedulikan lagi,
Botaknya seisi harta warisan,
Anak bangsa nestapa di atas haknya,

Ranah hijau dipenuhi semak duri,
Sulit ku menepakkan tuk ditelusuri,
Sarang anak negeri berhancuran di mana-mana,
Sang khalik…. ku harus ke mana?

(Puisi ini ditulis penulis di Gubuk Derita,18 Mei 2016)
Sadisnya Dunia, Panasnya Sang Surya Reviewed by Majalah Beko on 14.47.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.