Breaking News

Berita

7 Aktivis KNPB Konsulat Indonesia Tengah Diminta Melapor Tiga Kali Seminggu

Penangkapan para aktivis KNPB di Manado, Senin (31/05). Foto: Anton Gobai.
Manado, Majalah Beko  - - 7 aktivis KNPB Konsulat Indonesia Tengah yang ditangkap Polresta Manado  pada aksi demo damai KNPB mendukung ULMWP sebagai anggota penuh di MSG dan mendesak pembebasan aktivis atau tahanan politik (tapol) Papua, Senin (31/05) kemarin dibebaskan bersyarat oleh pihak Polresta Manado pada Rabu (01/06) sore.

7 Aktivis KNPB itu diminta untuk melapor 3 kali seminggu. Mereka harus menepati permintaan Polresta Manado dan jika tidak ditepati, mereka diancam untuk dimasukan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang).

Hal ini disampaikan Ketua KNPB Wilayah Gorontalo, Emanuel Ukago kepada Majalah Beko, Kamis (02/06).

“Kami harus melapor tiga kali seminggu ke Polresta Manado dan jika tidak lapor maka kami diancam langsung DPO dari pihak Polresta”, jelas Eman.

Dikatakannya, selama di Polresta Manado, 7 aktivis KNPB itu diperiksa tiga kali. Dalam pemeriksaan itu, mereka ditanya  seputar ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) dan KNPB.

“Kami ditanya mengenai agenda-agenda ULMWP serta tujuan dan keberadaan KNPB,” ujar Eman.

Ia menjelaskan, pihaknya menjawab agenda ULMWP dan KNPB adalah jelas dan ingin bebas dari kolonial Indonesia dengan menentukan nasib sendiri atau referendum.

Pihaknya menilai, pilihan bebas atau act of free choice yang dilakukan Indonesia pada tahun 1969 sudah cacat hukum kerena tidak mewakali seluruh rakyat Papua saat itu dan jelas sudah dimanipulasi untuk kepentingan terselubung.

“Kami ditanya mengenai agenda ULMWP dan KNPB, namun kami sudah jelaskan bahwa agendanya bebas dari kolonial Indonesia melalui penentuan nasib sendiri yang dulu tahun 1969 sudah dimanipulasi,” tutur Eman.

Sementara, di kesempatan sama, Ketua KNPB Konsulat Indonesia Tengah, Hiskia Meage membenarkan soal dirinya bersama 6 aktivis KNPB lainnya yang dibebaskan bersyarat itu.

“Dari Polresta, kami diminta untuk melapor tiga kali seminggu dan tiga hari itu adalah setiap Senin, Rabu dan Jumat dan jika tidak melapor, kami diancam DPO,” ungkapnya.


(JI)
7 Aktivis KNPB Konsulat Indonesia Tengah Diminta Melapor Tiga Kali Seminggu Reviewed by Majalah Beko on 21.02.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.