Breaking News

Berita

Menanggapi Demo Bara NKRI di Papua

Massa Bara NKRI berdemonstrasi menolak KNPB. (Foto: Edy Siswanto/Okezone)
Demonstrasi yang dilakukan Barisan Rakyat Pembela (Bara) NKRI di Papua adalah sesuatu yang konyol. Mengapa? Demonstrasi yang dilakukan pihak Bara NKRI adalah dinilai anarkis dan mengganggu ketertiban dan keamanan rakyat. Kita melihat, di Jayapura, Kamis (02/06) kemarin, semua toko dan pasar ditutup, aktivitas belanja lumpuh, bahkan massa aksi Bara NKRI memukuli orang asli papua (OAP) dan memaksa bergabung dalam demo yang dimaksud.

Terlihat jelas, demonstrasi yang dilakukan Bara NKRI adalah pihak warga pendatang (transmigrasi) dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku dan beberapa rakyat buangan dari Timor Leste. Mereka adalah “sampah masyarakat” yang berkoar untuk membubarkan KNPB dan ULMWP dari tanah leluhur Papua. Ini sangat konyol dan aneh. Mereka juga “tidak tahu malu” karena bertindak seakan-akan mereka seperti OAP. Ini tindakan pelecehan terhadap OAP.

Jelaslah, ini adalah upaya Indonesia untuk menciptakan konflik horizontal antar suku-suku di Papua. Mereka (Indonesia) tidak ingin melihat OAP sadar dan melawan kolonial Indonesia. Mereka tahu bahwa perjuangan Papua Merdeka sudah semakin dekat. Ini merupakan upaya kegelisahan mereka untuk meninggalkan Papua yang memiliki sumber daya alam berlimpah. Mereka masih ingin mengeruk kekayaan alam dan memperkaya diri mereka.

Demonstrasi yang dilakukan pihak ini pun tidak berjalan tertib. Aksi mereka diwarnai dengan pembakaran Bendera Bintang Kejora dan KNPB, serta memaksa dan memukul orang yang justru mengganggu pelayanan publik. Dengan ini, jelaslah bahwa organisasi yang menamakan Bara NKRI itu adalah “organisasi pengacau”. OAP tidak perlu terprovokasi dengan organisasi yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) seperti itu.

Jika kita bandingkan dengan demonstrasi KNPB, maka jelas terlihat bahwa KNPB memiliki banyak massa OAP. Demonstrasi yang dilakukan pun berjalan tertib (tanpa merusak dan mengganggu  ketertiban umum). KNPB hanya meminta Indonesia memperjelas status politik yang jelas-jelas dimanipulasi dan dianeksasi untuk kepentingan terselubung. Pihak keamanan Indonesia (TNI/Polri) justru menambah masalah di atas masalah. Sementara, aksi Barisan Merah Putih ataupun Bara NKRI dikawal baik oleh pihak keamanan dan berjalan aman, walaupun aksi konyol dilakukan.

Sekarang pertanyaannya, mengapa orang-orang non-Papua (pendatang) mengatasnamakan orang asli Papua dan bertindak sewenang-wenang untuk membubarkan KNPB dari tanah asalnya Papua?

Bagaimana dengan OAP yang membakar Bendera Bintang Kejora dan KNPB? Ada segelintir OAP yang membakar Bendara Bintang Kejora dan KNPB di beberapa daerah di Papua, seperti Wamena, Jayapura, Manokwari, dan Fak-Fak. Segilintir orang ini tega menjual harga diri mereka hanya demi kenikmatan sesaat. Mereka tidak tahu, besok mereka pun akan menjadi korban.

Aksi Bara NKRI adalah konyol.

(Admin)
Menanggapi Demo Bara NKRI di Papua Reviewed by Majalah Beko on 06.22.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.