Breaking News

Berita

Yuuwo Abaimaida ke 4 Berjalan Kondusif

Paskalis Dogomo didampingi Kepala Dispora Dogiyai, Anton Dogomo bersama Kadis Mapia, Bonavasius Dogomo dalam wawancara dengan beberapa wartawan seusai yuuwo Abaimaida, Selasa (05/07) (foto: YD/Beko).
Dogiyai, Majalah Beko  - - Pesta adat (yuuwo) di Abaimaida, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Selasa (05/07) pukul 07.00 WP hingga 03.00 WP berjalan kondusif.

Biasanya, dalam yuuwo, harta benda masyarakat setempat dan tetangga, seperti babi dikumpulkan dan dipotong, dan dijual-belikan. Selain itu, ada transaksi utang babi dengan uang (kulit bia) sebagai nilai mata uang sah versi suku Mee dahulu. Setelah itu, digelar pesta adat besar-besaran.

Yuuwo Abaimaida berbeda dengan yuuwo lain.

Kepala Yuuwo, Paskalis Dogomo,  mengatakan, yuuwo yang adalah warisan Yan Dogomo ini digelar ke 4 kalinya di Abaimaida dan berjalan efektif.

Berbagai yuuwo yang dijalani harus digenapi karena yuuwo kipra genap, sebab sebelum digelar hanya 3 kali dan kali ini genap keempat. Yuuwo ini dibuka oleh Yan Dogomo, tapi ditutup Paskalis Dogomo karena sudah genap ke 4. Hari ini, kami melaksanakan yuuwo dan sudah sukses dengan baik dan efektif karena berbagai babi yang dikumpulkan oleh masyarakat Abaimaida dan bahkan di luar yang datang di Abaimaida ini,” katanya kepada Majalah Beko seusai yuuwo digelar.

Selain itu, Paskalis mengharapkan, generasi Mee kini harus mempertahankan dan melestarikan pesta yuuwo.

Papua ada berbagai daerah  dan warisan leluhur diajarkan turun-temurun. Itulah adat budaya kita. Kami menggelar pesta adat ini adalah bukan lain hal, tapi kami melakukan ini adalah kebiasaan kami yang selalu dilakukan oleh orang tua kami. Generasi kita juga harus wariskan dan anak-anak harus peka terhadap berbagai unsur budaya dari bapak-bapak. Jika kita melakukan pesta adat seperti ini, maka darah akan ikuti sampai habis keturunan. Generasi berikut dan keturunan marga kami harus berjalan utuh dan berkembang,” pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Yuuwo lain, Marsel Dogomo mengatakan, yuuwo ini digelar dengan mengorbankan 300 lebih ekor babi dan dihadiri sekitar 500-an masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Dogiyai, Anton Dogomo mengungkapkan, yuuwo digelar untuk mencari dan menjalin hubungan keluarga yang telah ada sejak dahulu.

“Kami, marga Dogomo terbagi tiga, Ukauma, Bobagape, dan Toyai. Saya ini asal Abaimaida, tapi tete nenek moyang kami sudah pindah ke daerah Kamuu, sehingga saya datang di sini sebagai yameekopa (asli), sehingga saya ambil satu pos guna menjalin hubungan yang ada. Kami datang ke Abaimaida untuk mencari teman-teman kami yang ada guna kebersamaan dalam kegiatan yuuwo ini,” ungkapnya.

Selain itu, Kepala Distrik (Kadis) Mapia, Bonavasius Dogomo menegaskan, babi yang dibawa di yuuwo Abaimaida dibagikan kepada setiap masyarakat tanpa dijual-belikan di pos-pos yang didirikan masyarakat.

“Babi yang bawa datang di pos-pos di sini tidak diperbolehkan untuk jual-belikan karena keluarga ada yang miskin dan ada yang duda. Alasan kami, bahwa orang datang adalah mengikuti acara pesta adat, sehingga harus makan sama-sama lalu pulang. Pesta adat kami adalah habis bukan simpan lagi,” tegasnya.

Pantauan media ini, yuuwo Abaimaida berjalan aman hingga usai.

(YD)
Yuuwo Abaimaida ke 4 Berjalan Kondusif Reviewed by Majalah Beko on 21.01.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.