BREAKING NEWS

Berita

Banjir Distrik Kamuu Selatan; Rasa Sedih dan Prihatin

Oleh Pilemon Kotouki
Banjir Distrik Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai dalam dua bulan terakhir  (foto: ist.).
Banjir berturut-turut dalam dua bulan terakhir (Juni dan Juli 2016) menghantam (harta) kekayaan alam Distrik Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai. Banjir ini meluas dan terjadi di Kali Edege, Danau Makamo, Kali Wani, Kampung Botu, dan Kali Degeii. Saya, mahasiswa asal Kamuu Selatan, Pilemon Kotouki adalah korban dari bencana alam tersebut.

Secara pribadi, saya merasa sangat sedih dan prihatin, ketika saya melihat bencana ini lewat media cetak, tv, dan media online.

”Kamuu Selatan sedang kebanjiran dan melandai kampung halamanku. Saya rasa sedih, dan air mataku jatuh di depan layar handphone saat itu. Air mataku terus mengalir. Kapankah derita ini diperhatikan secara serius?”

Dilansir Tabloid Jubi (13/08), Kepala Distrik Kamu Selatan, Yulianus Tibakoto mengatakan banjir yang melanda sembilan kampung mengakibatkan ratusan rumah, ternak dan kebun warga terendam air. “Kami masih mengalami trauma dengan bencana ini. Pemkab Dogiyai melalui dinas terkait pun tak pernah turun lapangan melihat kami.”

Majalah Lintas Meepago baru-baru ini juga menyiarkan, bencana alam tersebut mengakibatkan longsor dan merusak Gereja Kingmi Jemaat Yudea Diyade, Kampung Ugikagouda, Distrik Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai.

Warga setempat mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah, bahkan proposal kepala distrik juga ditolak pemerintah.

Maka dengan tegas, saya menghimbau kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Provinsi Papua agar memberikan  perhatian  khusus kepada korban banjir tersebut. Pemerintah harus turun lapangan (turlap) ke daerah banjir, melihat keluh-kesah warga setempat; menghapus tangisan bersama.

****
Banjir Distrik Kamuu Selatan; Rasa Sedih dan Prihatin Reviewed by Majalah Beko on 22.31.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.