Breaking News

Berita

Ku Sadari Sepi

Oleh Amos Degei
Yosep Degei (foto: dok. penulis).
Setelah selesai makanan malam bersama dengan keluarga, saya lekas keluar ke pekarangan rumah depan untuk bersantai sejenak, menunggu organ membujuk istirahat (tidur). Malam ini sepi. Di jalan raya, bisikan gaduh kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat pun tak terdengar pendengaran.

Di langit sana, dengan serius, bulan dan bintang masih memancarkan cahayanya, menerangi isi bumi di gilirannya ‘waktu malam’. Pekarangan raksasa, di rumah depan, saya masih seorang, melewati kesunyian malam kelabu yang panjang.

Tubuh seakan terikat, lantai rerumputan hijau, di pekarangan ini, tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan. Kesepian masih berteman. Sedikit demi sedikit angin menyentuh tubuh, dan seakan pembuka cakrawala. Beragam kata mengalir, melintasi otak, tanpa ada henti. Saya sadar, sudah sejam saya di tempat ini. Kata-kata terus terhubung, entah ke mana arahnya….

Sebuah alat tulis, buku dan pena, saya ambil. Mengumpuli, merangkai kata menjadi sebuah puisi ke atas lembar kerja….

****

Merenung di malam yang lengang,
tanpa seorang handai.
Serasa semua kebahagiaan menjauh pergi.
Ingin rasanya berlari,
Mengejar dan menggapai.

Ku sadari hidup memang tak selalu ramai.
Kerumitan selalu mewarnai.
Itulah kehidupan fana.
Biarlah takdir dijalani,
hingga berakhir pergi.

Malam sepi,
di pekarangan rumah ini,
jiwa ini tak berdaya.

Selamat jalan,
Sang inspirasiku, Yosep Degei.
Sampai jumpa di Surga nanti.

****

Semoga yang melakukan ini mendapat hukuman yang setimpal… dan engkau jagoanku,…. tenang di alam sana.
Ku Sadari Sepi Reviewed by Majalah Beko on 16.00.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.