Breaking News

Berita

Aku Tak Mau Kehilanganmu, Ibu

Oleh Yusup Anouw 
Ilustrasi - Ist.
Seumur hidupku
Sejak aku dalam pangkuanmu
Hingga aku memapahmu
Sungguh, aku sangat takut kehilanganmu

Sejak kau merawat dan membesarkanku
Dari aku tak bisa apa-apa
Cuma tergeletak dengan pandangan mata kesana-kemari

Mengenali apa dan siapa yang baru aku lihat di dunia ini
Melihat wajahmu, langsung ku kenali
Bahwa, inilah orang yang akan menyayangi dan mengasihiku

Menangis bila haus
Menangis bila pipis
Menangis bila aku terjaga
Karena kain yang engkau bungkusiku basah

Saat kau menyentuhku dan membereskanku
Segala permasalahan ketidaknyamanan
Kurasakan sebagai seorang bayi

Saat itu, hati kecilku
Di dalam tubuh mungilku sudah merasakan
Bahwa, aku sangat takut kehilanganmu

Sentuhan lembut tanganmu
Adalah senyumku
Pandangan mata berbinar penuh kasih sayang saat menimangku
Adalah bahagiaku

Pelukanmu saat aku demam adalah obat paling mujarab untuk kehidupanku
Sungguh, saat itu, meskipun aku tak bisa berkata apa-apa
Aku sangat takut kehilanganmu

Bayangkan, bagaimana bila aku tanpamu?
Adakah kasih yang orang berikan kepadaku seperti kasihmu?
Mungkin ada, tapi tak seperti kasihmu
Mungkin ada, tapi tak tahu apakah tanpa pamrih

Ayah bisa saja merawatku dengan penuh kasih seperti kasihmu
Tapi, tangan ayah adalah tangan seorang pekerja untuk menghidupi aku dan segala kebutuhanku
Bagaimana jadinya bila ayah hanya mengurusku saja?
Ayah bisa saja mencari ibu pengganti buat aku
Tapi, apakah istri ayah akan tulus mencintaiku juga seperti tulusnya kau mencintaiku?
Seribu berbanding satu mendapatkan pengganti sepertimu, ibu
Sungguh aku sangat takut kehilanganmu

Ibu, pagi dan sore kau membuatku terlihat cantik
Kau tutupi kejelekan rupaku di mata orang
Dengan menguncir atau mengepang rambutku
Membuat poni di dahiku agar wajahku terlihat mungil dan manis
Badanku kau buat harum dan wangi agar orang-orang senang melihatku dan mendekatiku

Lalu, ayah tak bosan-bosannya menciumiku
“Anak siapa ini cantik sekali”
“Anak siapa ini wangi sekali”
Candanya sambil mengangkat aku ke dadanya
Itu karena mu, ibu
Yang selalu membuat aku nampak indah di mata orang yang memandangku
Ibu sungguh aku sangat takut kehilanganmu

Bayangkan bila tanpamu
Bagaimana aku yang belum bisa mengurus dan menghias diri?
Pasti orang akan menjauhiku karena badanku kotor dan bau

Ibu, saat aku mulai bisa berlari
Cuma kamu yang ingin selalu ku hampiri
Sedetik tak melihatmu, aku buru-buru mencari
Dan jika lama kau tak ku temui
Pecahlah tangisku membayangkan di mana kamu
Ketahuilah ibu
Aku sangat takut kehilanganmu

Bersambung…

* Awepai, Semarang (21/10/2016)
Aku Tak Mau Kehilanganmu, Ibu Reviewed by Majalah Beko on 04.29.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.