Breaking News

Berita

Mahasiswa Dogiyai se-Indonesia Akan Gelar Mogok Sipil dan Batalkan Pemilihan Kepala Daerah

Ketua Tim Peduli Pendidikan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Dogiyai se-Indonesia, Martinus Anouw - Dok. Pribadi
MANOKWARI, MAJALAH BEKO - - Ketua Tim Peduli Pendidikan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Dogiyai se-Indonesia, Martinus Anouw dengan tegas mengatakan, mahasiswa asal Dogiyai se-Indonesia akan menggelar mogok sipil dan membatalkan pemilihan kepala daerah Dogiyai pada Februari 2017 mendatang.

Menurut Martinus, aksi tersebut akan digelar apabila tuntutan mahasiswa Dogiyai se-Indonesia soal dana studi akhir dan pemondokan tidak diakomodir Pemkab Dogiyai sebelum penutupan buku APBD 2016.

“Kami meminta dengan hormat kepada Bupati, DPR, dan Dinas P & K tolong diupayakan dengan cara, yang pertama, bisa pinjam posko lain agar bisa diakomodir untuk asrama atau kontrakan ini. Itu yang kami harapkan. Yang kedua, uang kontrakan atau asrama tidak diupayakan, kami akan mogok sipil di Kabupaten Dogiyai dan kami akan batalkan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai yang akan dilakukan pada bulan Februari 2017 nanti. Yang jelas, kami akan mogokan. Demo kami akan buat pada bulan Januari tanggal 16 tahun 2017. Kami akan duduk kembali. Kali ini, kami tidak main-main, tapi kami akan demo mogok sipil. Kantor akan palang, jalan semua akan kami palang,” kata Martinus kepada wartawan Majalah Beko dalam jumpa pers, Senin (24/10) malam di Kontrakan Dogiyai I Amban, Manokwari.

Ditambahkan Martinus, pihaknya siap mengakomodir aksi ini.


Selain itu, Martinus mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kinerja Pemkab Dogiyai dalam menangani masalah pendidikan.

“Kami melihat pembagian kali ini. Kami, tim peduli sangat kecewa dan kecewa, yang mana kebijakan atau sistem yang  tahun ini diambil, satu diambil dan satu ditinggalkan. Ini sangat kami kecewa. Sehingga, bantuan akhir studi ini, kami anggap, walaupun setengah sudah dibayar, kami puas. Namun, di mana anak-anak kami, adik-adik kami, bahkan kami mahasiswa untuk terampung dan di mana mereka tinggal. Namun, pada saat pembahasan sidang, tidak diakomodir untuk uang kontrakan. Ini kami sangat kecewa,” ungkapnya sambil mempertanyakan saluran dana Otonomi Khusus (Otsus) bidang pendidikan kabupaten.

“Diatur dalam otonomi khusus pendidikan, Pasal 32 itu sudah atur, di mana pemerintah daerah wajib membiayai pendidikan. Itu sudah diatur. Namun, sampai sekarang, di Kabupaten Dogiyai setiap tahun, satu dijawab, satu tidak dijawab. Ini Pemda Dogiyai membuat masalah. Padahal, di Otonomi Khusus sudah diporsikan 20 persen untuk pendidikan. Ini tolong kembali dilihat atau tinjau kembali Otonomi Khusus atau perda-perda yang sudah pernah dibuat,” tanya Martinus.

Ketika wartawan meminta tanggapan soal reaksi mahasiswa asal Dogiyai se-Indonesia yang kebanyakan menolak dana studi akhir dan pemondokan, Martinus meminta kekompakan mahasiswa demi mewujudkan “Dogiyai Dou Ena”.

“Tanggapan dari kami, tim peduli terkait dengan teman-teman yang tolak karena tidak sesuai dengan haknya mereka, mari kita sama-sama berupaya. Kita jangan mengatasnamakan pribadi-pribadi, satu kota studi. Tetapi, mari kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan uang pemondokan dan akhir studi, karena kita semua adalah putra dan putri Kabupaten Dogiyai,” pintanya.

(AP)
Mahasiswa Dogiyai se-Indonesia Akan Gelar Mogok Sipil dan Batalkan Pemilihan Kepala Daerah Reviewed by Majalah Beko on 23.02.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.