BREAKING NEWS

Berita

Masyarakat Dogiyai: Hindari Konflik Politik Vertikal (Kajian Analisis Sosial)

Oleh Akulian Gobai
Ilustrasi - Ist./Penulis.
Politik merupakan bagian dari hak seseorang tidak dibatasi oleh unsur apapun. Namun, historis menuntut politikus sebagai penguasa dan pewaris filosofi manusianya. Banyak Empiris di saat musim politik menyaksikan oleh penerima musiman politik. Politikus bermain tinggi dengan model-model kapasitasnya. Sehingga, terobohlah sejumlah besar akan kesejatian murni di tengah tragedi musiman itu. Lupa kemurnian hati dan akal sehat dari politikus itu sendiri. Hal itu mungkin saja terjadi ketika pemberian kasihnya secara paksaan orang, tanpa mengetok pintu hatinya. Kata demi kata mengupas menemukan akar sifat politikus.  Ternyata betul, di setiap pesta demokrasi hal itu kini disaksikan oleh pribumi Dogiyai Papua.  Kejernihan pikiran adalah kompas mendaki suara hati politikus selama menjalani prosesi kehidupan pendidikan nonformal dan formal.

Sela-sela pesta demokarsi, sering paslon (pasangan calon) lupa kesejatian, hanya memelihara prinsip egoisme, yang berdampak negatif antara semarga, sekawan, sekerabat, sekeluarga, sewilayah, sekampung, sedusun dan sekota studi. Ketika kita mempertahankan prinsip itu, apakah hal-hal demikian kita dianggap manusia sejati…? Menurut saya bukan, ide-ide itu dari pihak pengikut iblis Lusiver (kesombongan).  Maka itu, dengan rendah hati mari kita bersatu, berjiwa besar mengikuti teladan Yesus, demi keselamatan jiwa rohani dan jasmani pribadi.

Landasan utama politikus, tidak terlepas dari keinginan dirinya, untuk mewujudkan Motto Kabupaten Dogiyai “Dou Ena”. Apresiasi buat para paslon sebanyak 7 pasangan. Dengan perahu yang berbeda-beda. Wajar juga merebut kekuasaan birokrasi orang nomor 1 di daerahnya, karena ada berbagai macam dorongan internal dan eksternal. Tetapi yang menang adalah 1 paslon yang dikehendaki oleh Maha Pencipta, alam, dan manusia Dogiyai. Dialah yang mampu memimpin negeri Dogiyai dan sebagai tongkat amanat Allah dengan pandangan menjunjung tinggi nilai-nilai manusia sejati karena dia adalah manusia.

Dukungan dan dorongan internal kembali pada manusia berarti, pasti ada potensi konflik di tengah-tengah masa pendukung sebagai bapa, mama, adik, om, tete bagi kalian 7 paslon. Waspadalah dan peka terhadap aktor negatif atau provokator.  Aktror tersebut adalah kaki tangan TNI-POLRI. Menyelamatkan dan meluruskan wargamu ada di tangan paslon dan tim sukses Anda. Jalanilah dengan mampu mengendalikan tindakan kriminalitas di tengah lapisan masyarakat pribumi.

Dukungan eksternal; pasti Anda punya utang politik dan akhirnya akan mengundang sengketa berat di antara individu dan pembantu modal.  Ketika kalian kalah politik, utang politik tersebut siapakah yang akan melunasi,..? Saya pikir, hal ini kembali pada diri Anda bukan lempar ke sana-kemari. Sehingga, menjadi saran saya, sebelum mendaki hal itu, saling berpengertian dengan hati yang jujur di antara kamu bertujuh, karena kita semua adalah ciptaan Tuhan.

KPU, PANWAS, PPD, PPS, KPPS harus memetitk buah yang baik, harus patuhi ideologi Pancasila. Pesta demokrasi berada di bawah hukum NKRI di bidang politik tersebut. Kejujuran, keadilan dan kebenaran adalah syarat utama keselamatan Anda dan saya selama hidup di buana ini dan akhirat nanti.

Kekuatan paslon berbeda-beda cerita. Yakin dan percaya bahwa, segala sesuatu itu indah pada waktunya.  Semua manusia sejati melakukan dan mengalami hal yang sama. Perbedaannya, bakat dan talenta, karena itulah anugerah Tuhan. Sering, kelompok manusia diceritakan kekuatan paslon. Ceritera potensi-potensi sepertinya; relasi  sosial,  motivasi mimpi, bisikan alam, kekuatan gaib, kekuatan finansial, kekuatan partai, kekuatan pendidikan dan kekuatan doa. Boleh-boleh saja pemikiran manusia, tetapi  pilihan dan rencana Tuhan hanya rahasia. Di antara ke-7 paslon, siapa yang menang berarti dialah pemimpin dan membahagiakan  alam semesta, flora, fauna dan manusia di atas negeri Dogiyai.

Masyarakat Dogiyai harus tau bahwa, semua pasangan adalah anak cucu kita, kakak kita dan kita punya orang, maka pilih dengan hati yang nurani, jangan kaget dengan uang bermiliaran atau berjutaan. Jika masyarakat memikir uang nomor satu, genaplah janji-janji kenabian di tengah manusia Mee di Meuwoodide. Lebih khusus pada masyarakat Dogiyai, jangan fanatik dengan uang. Utamakan suara hati, karena itulah suara Tuhan.

Melalui sarana informasi; beberapa hari lalui hampir terjadi konflik politik di antara ke-7 paslon dan tim sukses masing-masing kandidat. Informasi tersebut, ketika dianalisis informasi sekunder dan tersier, terkait dengan perahu atau partai politik yang didiskusikan oleh pengguna medsos anak negeri Dogiyai sendiri. Ungkapnya bahwa partai yang dimiliki oleh pasangan Mote-Anouw ini tidak punya badan hukum atau belum ada Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Pantauannya, hal tersebut diproduksikan oleh pihak ketiga. Sehingga diharapkan kepada semua masyarakat jelata, masyarakat menengah, masyarakat kelas atas dan lebih khususnya kepada para jaringan muda Dogiyai, selain KPU, PANWAS, PPD, dll. turun lapangan mensosialisasikan kepada kita punya bapa dan mama untuk mengantisipasi hal tersebut (di atas). Para penguasa politik (KPU, PANWAS, TNI-POLRI) pun juga lebih baik membuka ruang diskusi bebas di kabupaten, guna menerangkan alur-alur pesta demokrasi, penyebab konflik-konflik vertikal demi kenyamanan suasana pilkada ini.

Masyarakat sering banyak yang korban tenaga, biaya, dan melupakan pekerjaan mereka untuk berpolitik. Akibatnya, meninggal dunia pada saat musiman politik. Dengan adanya uang politik, memanfaatkan uang itu untuk miras, togel, pinang lancar, naik-turun kota dapat tabrak, masuk angin dapat hosa 3 bulan kemudian meninggal, baku bawa dengan perempuan sembarang dapat HIV/AIDS, ujungnya meninggal dunia.

Hal-hal tersebut dikatakan pembiaran dari pemerintah sendiri dan pihak keamanan. Tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya, pada hal tugasnya adalah melindungi, menjaga dan memenuhi. Di saat musiman politik, pihak keamanan dan kaki-tangan (BIN pribumi) sendiri terlibat dalam kenakalan remaja, tujuannya menghabiskan masyarakat pribumi. Stop…stop kelakuan iblis! Pilkada kini harus dijalankan dengan aman dan lancar, mengingatnya dinamika zaman. Sebabak kita semua tau tentang Dogiyai itu apa, dan pada umumnya, Meeuwoo itu apa. Maknailah.

Semoga, harapannya; dapat menghasilkan nilai-nilai manusia yang baik dan berguna bagi masyarakat luas; menjaga dan melestarikan bersama aspek-aspek hidup manusia Meeuwodide tanpa melemahkan dan menjatuhkan di antara kita. Tuhan bersama kita.


*) Penulis adalah Mahasiswa, Anak Negeri Meuwodide.
Masyarakat Dogiyai: Hindari Konflik Politik Vertikal (Kajian Analisis Sosial) Reviewed by Majalah Beko on 20.48.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.