Breaking News

Berita

Tagih Janji Perusahaan, Himadis Seget Minta Surat Pengantar LMA Malamoi

Pertemuan Ketua Himadis Seget, Viki Kumune (kiri) didampingi sekretarisnya Winda Palngalang (kiri) dengan Ketua LMA Malamoi, Silas Ongge Kalami (kanan) - JAM
SORONG, MAJALAH BEKO - - Selasa (25/10) siang, Himpunan Mahasiswa Distrik (Himadis) Seget meminta surat pengantar dari LMA Malamoi untuk menagih janji PT Pertamina RU7 Kasim dan PT Petrogas yang sebelumnya bersedia memberikan beasiswa kepada mahasiswa setempat.

Ketua Himadis, Viki Kumune menjelaskan, sebelum menagih janji kedua perusahaan minyak itu, Vikii bersama sekretarisnya, Winda Pangalang meminta surat pengantar dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi, Silas Ongge Kalami.

“Kedatangan kami berdua menemui Ketua Lembaga Adat Suku Moi, Bapak Silas Ongge Kalami, S. Sos. M.A. agar bantu kami membuat surat pengantar untuk menagih janji PT Pertamina RU7 Kasim dan PT Petrogas yang beroperasi di wilayah adat suku Moi Malamas, Distrik Seget, Kabupaten Sorong,” jelasnya.

Pasalnya, dikatakan Viki, kedua perusahaan tersebut telah menipu masyarakat pemilik hak ulayat.

Kami, masyarakat adat Moi Malamas dan para pemuda, serta mahasiswa yang sedang belajar di perguruan tinggi telah dibohongi dengan janji-janji palsu.  Mereka berjanji akan diberikan beasiswa dan lapangan kerja,” kata Viki.

Selain itu, tambah Viki, kedua perusahaan tersebut sudah lama beroperasi. “PT Pertamina RU 7 Kasim sudah beroperasi selama 20 tahun dan PT Petrogas 15 tahun,” ujarnya.

Ketika meminta surat pengantar, Viki mengungkapkan kekecewaannya terhadap janji-janji palsu kedua perusahaan minyak tersebut.

Sampai saat ini, belum ada pembayaran janji beasiswa terhadap para mahasiswa kami. Hanya janji-janji palsu yang kami terima, sehingga timbul kekecewaan. Kami sebagai mahasiswa bertindak sesuai surat kontrak kerja antara pihak perusahaan PT Pertamina RU 7 Kasim, PT Petrogas dengan masyarakat adat Moi Malamas,” ungkap Viki kepada Ketua LMA Suku Moi, Silas Ongge Kalami di Sekretariat LMA.

Lanjut Viki, “Kami adalah korban penipuan, sebab tanah dan hasil minyak kami selama ini telah diisap oleh perusahaan itu.”

Ungkapan kekecewaan lain juga disampaikan Windi.

“Jangan buat kami jadi pengemis di wilayah adat kami sendiri. Perusahaan lebih mengutamakan orang luar ketimbang kita pribumi,” tandas Windi.

Sebelumnya, dikatakan Viki, pihaknya telah menempuh beberapa langkah demi mendapatkan hak-hak masyarakat.

“Kami sudah menyurati pihak perusahaan, tapi sampai detik ini belum ada respon atau tanggapan terhadap tuntutan kami, cuma sebatas kata-kata saja,” ujarnya.

Pada tanggal 14 Juni 2016, Himadis bersama masyarakat adat mengadakan rapat dengan pihak PT Pertamina RU7 Kasim dan PT Petrogas untuk membicarakan hak-hak yang harus dipenuhi oleh kedua perusahaan.

“Dalam pertemuan tersebut, kami beritahukan bahwa kami juga butuh pelatihan komputer bagi mahasiswa-mahasiswi, juga bagi pemuda pemudi yang berada di Distrik Seget. Sehingga, kami tahu tentang banyak hal dan tentunya itu dari hasil minyak yang dihasilkan dari wilayah adat kami,” ungkap Viki.

Setelah membeberkan beberapa hal tersebut, Viki meminta surat pengantar LMA Malamoi.

“Kami mohon bantuannya, pak, agar apa yang kami butuhkan direspon, ditanggapi dengan baik. Stop! Itu tipu-tipu mereka, sebab kami ditunjuk oleh mahasiswa dan masyarakat adat Moi Malamas se-Distrik Seget agar aspirasi yang disampaikan ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan. Ini bukan masalah baru, sudah lama kami mendesak pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah adat kami, tapi tetap belum berhasil, pak,” pinta Viki kepada Silas.

Viki menegaskan, jika kedua perusahaan tidak merespon tuntutan suku Moi Malamas, pihaknya akan memblokade daerah operasi perusahaan.

“Kami akan buat blokade pemalangan di areal kerja mereka. Karena selama ini, jika masyarakat adat menagih janji ke perusahaan selalu tidak mendapat respon yang baik. Pemalangan dilakukan agar ada perhatian dari Direktur PT Pertamina RU7 Kasim dan Diretur PT Petrogas Pusat,” tutup Viki.

(Pemuda Adat & Mahasiswa Suku Moi Sorong/WM/Beko)
Tagih Janji Perusahaan, Himadis Seget Minta Surat Pengantar LMA Malamoi Reviewed by Majalah Beko on 20.38.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.