Breaking News

Berita

Budaya 100% dan Agama 100%

Oleh Marten Goo
Penulis - Dokumen Penulis
Bagi Suku Mee, budaya dengan agama saling terikat. Tidak seorang pun dapat mengurangi nilai budaya dan agama. Keduanya seimbang.

Budaya memuat aturan-aturan atau larangan yang sudah diterapkan semenjak moyang Suku Mee ada. Aturan-aturan tersebut seperti mee tewagi, oma temoti, mogai tetai (dalam Bahasa Indonesia; jangan membunuh, jangan mencuri, jangan membuat cabul), dan masih banyak lagi.

Agama berisi perintah atau larangan yang termuat dalam 10 (sepuluh) Perintah Allah pada zaman Musa, seperti jangan membunuh, jangan mencuri barang milik orang lain, jangan membuat cabul, dan masih banyak lagi.

Larangan jangan membunuh terdapat di dalam 10 (sepuluh) Perintah Allah, poin ke 8 dan termuat dalam aturan budaya. Larangan jangan mencuri juga terdapat di 10 (sepuluh) Perintah Allah, poin ke 7. Ini juga termuat dalam aturan budaya.

Budaya dengan agama memang benar-benar saling terkait. Ketika kita membunuh agama dan budaya, keduanya akan menuntut. Ketika kita bunuh orang dan memainkan agama dan budaya, keduanya akan menuntut. Ketika kita memperkosa istri orang lain, agama dan budaya akan menuntut.

Maka dari itu, jangan pernah bermimpi hanya berpegang teguh pada budaya, atau agama saja. Jangan  mengesampingkan atau meninggalkan salah satunya. Pegang kedua-duanya. Nilai agama dan budaya harus dipahami dan dipegang 100%; budaya 100% dan agama 100%.
Budaya 100% dan Agama 100% Reviewed by Majalah Beko on 12.55.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.