Breaking News

Berita

Dinas P dan K di Kabupaten Meepago Harus Terapkan Tingkat Kepuasan Guru Honorer

Oleh Marinus Dimi
Penulis - Dokumen Penulis
Pantauan dari mahasiswa Meepago di luar kabupaten/kota terhadap sekolah-sekolah yang ada di Meeuwodide, banyak yang hampir mau ditutup, karena pemalas masuknya para dewan guru yang notabenenya pegawai negeri sipil (PNS), tetapi untungnya karena ada guru honorer.

Ada guru honor, maka sekolah-sekolah di Meeuwodide itu ada. Jika tidak ada guru honorer, berarti sekolah-sekolah yang ada di Meeuwodide itu ditutup sejak dulu. Terkait dengan itu, pengalaman saya saat diriku jadi guru honorer di salah satu sekolah dasar Kabupaten Dogiyai, pas pukul 07:00 WIT, saya sudah ada di sekolah, sedangkan mereka yang guru tetap atau PNS, mereka datang pukul 08:00 WIT ke atas.

Waktu itu, saya yang selalu aktif karena dengan alasan bahwa takut di copot saya yang sebagai statusnya guru honorer dari kepala sekolah setempat. Selain alasan itu, merasa diri bahwa siswa/i atau anak murid saya adalah adik-adik saya dan mereka adalah aset perubahan Dogiyai untuk 20 tahun mendatang. Waktu itu, saya mengajar tanpa ada imbalan dari kepala sekolah dan dinas terkait, tetapi saya terus mengajar karena diriku mempertahankan dua alasan tersebut di atas.

Itu pengalamanku sejak 2008 – 2011. Karena itu, mahasiswa sarankan kepada dinas terkait dan kepala sekolah setempat, tolong perhatikan guru honorer di setiap sekolah, baik di tingkat TK, SD, SMP dan SMA/SMK yang ada di kabupaten-kabupaten Meeuwodide. Yang kami maksudkan di sini adalah terkait dengan imbalan atau gaji bagi guru honorer, agar kesemangatan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah lebih meningkat dan tingkat kepuasan bagi guru honorer lebih memuaskan lagi. Jika hal ini sama sekali tidak diterapkan terhadap guru honorer, berarti lama-kelamaan, sekolah-sekolah yang ada di Meeuwodide itu akan kabur dari tempatnya atau ditutup.

Guru honorer selalu aktif karena takut dikeluarkan oleh kepala sekolah setempat dan selain itu, mereka ingin mencetak adik-adik mereka menjadi orang-orang pintar dalam dunia persaingan (pendidikan). Apalagi, di era modern ini baku bersaing oleh orang-orang yang pintar dalam bidang apa saja. Guru honorer punya harapan itu besar seketika mereka merenung. Salah satunya adalah apabila sekolah ini ditutup, berarti sama saja dengan pohon pisang roboh tanpa induknya. Selain itu, hanya karena takut kehilangan nama sekolah tersebut dari daerah asalnya.

Berdasarkan beberapa kata di atas, maka pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, pengajaran dan kebudayaan di kabupaten-kabupaten Meeuwodide harus perhatikan hal tersebut, karena ini masalah serius yang terjadi di kabupaten-kabupaten Meepago sepanjang tahun. Bila perlu, harus gajikan guru honorer setiap bulan dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang selalu diambil 4x setahun. Namun, hal tersebut adalah salah satu penahan sekolah daripada ditutup dengan alasan yang tidak tepat atau dengan alasan tidak ada tenaga pengajar dan anak muridnya.

Saya yakin, bahwa apabila tingkat kepuasan dinas terkait atau kepala sekolah setempat terhadap guru honorer ini terwujud, maka Meeuwodide (untuk) ke depannya baik, tetapi akan lebih baik lagi dalam peningkatan perkembangan sekolah. Dan, tingkat kecerdasan bagi siswa/i juga akan lebih maju daripada sebelumnya.
Dinas P dan K di Kabupaten Meepago Harus Terapkan Tingkat Kepuasan Guru Honorer Reviewed by Majalah Beko on 02.07.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.