Breaking News

Berita

Jauh di Mata, Dekat di Hati

Oleh Yepuni Giyai
Penulis - Dokumen penulis
Dikatakan jauh di mata, dekat di hati, yaitu ketika mata saya memandang ‘sayang-sayang’ yang di sana. Memang harus saya pandang dan berpikir untuk memikirkan mereka. Ini ungkapan rasa sayang dan kerinduan di dalam hati saya. Mungkin juga ini biasa Anda dan saudara-saudari ungkapkan.

Selama saya bersama-sama mereka menjalani dan mewarnai kehidupan di dalam situasi kondisi (sikon) apapun yang datang untuk menghentikan aktivitas dan kekompakan kami setiap hari. Kebersamaan ini sudah ada sejak dulu, sekarang, dan sampai kapanpun dan di manapun.

Benar. Saya pikir jauh di mata, tapi dalam lubuk hati selalu ada (muncul) sebuah rasa kerinduan dan rasa sayang. Menurut saya, waktu yang saya lalui sendirian dan bersama-sama mereka selalu ada dorongan dan motivasi tersendiri (mungkin juga bagi Anda) ketika duduk di dapur, ataupun di asrama, kontrakan di kota studi.

Ada waktu untuk berpisah dan ada waktu untuk bertemu kembali. Saya ingat sebuah lagu Mechu Imbiri; “… berpisah lewat pandangan, bertemu dalam doa”. Dalam hati, tidak pernah saya lupakan kenangan-kenangan yang terlalui waktu bersama-sama mereka yang jauh di sana.

Sayang, saudara-saudari yang tinggal di tempat yang jauh di sana, serta penjaga alam dan lokasi di tepian atau di dusun. Memang, jauh saya pandang. Itu sangat jauh, bahkan tidak bisa saya lihat, karena terpeleh gunung-gunung dan lautan bebas, serta awan-awan yang melindungi alam Papua.

Hati saya mengingat semua. Ingatan ini selalu ada. Apakah saya telah berbuat baik dengan mereka sebelum berpisah, bahkan ketika bersama-sama di sana dan di sini, di tempat tinggal, di tepi kota studi? Benar. Setelah berpisah, rindu hati selalu ada. Hati merindukan mereka yang jauh di seberang gunung dan lautan.

Kata lainnya adalah hati ini selalu memikirkan mereka, bahwa selalu ada pikiran untuk tidak melupakan mereka, walau jarak memisah dan sikon tidak bersahabat. Saya tidak bisa memandang mereka. Saya hanya berdoa, merenung semua kenangan dari dalam hati.

Selalu satu dalam lubuk hati saya dan hatimu. Hatimu ada dalam hati saya dan pikiranmu ada dalam hati saya, serta motivasimu ada dalam hati dan pikiran saya. Dan, pikiranku ada di dalam pikiranmu, walau pemikiran saya dan saudara berbeda.

*) Penulis adalah anggota aktif di Majalah Beko
Jauh di Mata, Dekat di Hati Reviewed by Majalah Beko on 15.58.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.