BREAKING NEWS

Berita

Pembunuhan Agus dan Tasya, FIM Unipa: Polisi Segera Usut Tuntas Bersama Mahasiswa

Ratusan mahasiswa Unipa menggelar aksi (duka) spontanitas di depan pintu utama Unipa terkait pembunuhan 2 mahasiswa Unipa Manokwari, Selasa (01/11) siang – TR/Beko 
MANOKWARI, MAJALAH BEKO - - Bersama mahasiswa, Forum Independen Mahasiswa (FIM) Universitas Papua (Unipa) Manokwari meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembunuhan brutal orang tak dikenal (OTK) terhadap 2 mahasiswa Unipa, Agustinus Aun (20) dan Tasya Tanesia Sapulete (19) yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Pantai Amban pada Senin (31/10) kemarin.

Permintaan FIM ini disampaikan dalam aksi duka ratusan mahasiswa Papua yang memadati sepanjang Jalan Gunung Salju Amban dan memalang pintu utama Kampus Unipa Manokwari, Selasa (01/11) siang.

Dalam orasinya, Sekretaris FIM Unipa, Arnold Halitopo meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembunuhan ini.

“Pembunuhan kedua mahasiswa Universitas Papua di Pantai Amban terjadi secara tidak langsung. Kami minta ini ditindaklanjuti dengan keamanan. Kepolisian harus menangani masalah ini dengan serius,” pinta Arnold dengan tegas.

Selain itu, Koordinator Aksi FIM, Yally Halitopo mengatakan, pembunuhan ini tidak bisa ditangani pihak kepolisian saja. Menurut Yally, demi mencari solusi terbaik, kerja sama mahasiswa sangat dibutuhkan.

“Pembunuhan kedua mahasiswa secara tidak langsung oleh orang tidak kenal, maka itu, kami mahasiswa ambil tindakan untuk membicarakan masalah ini karena pembunuhan ini baru terjadi. Masalah ini harus dibicarakan bersama-sama dengan pihak kepolisian dengan kami agar mengetahui pelakunya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Yally menambahkan, pihaknya akan bersama-sama kepolisian setempat dalam mengusut tuntas pembunuhan ini.

Sementara, di kesempatan sama, Wakil Rektor Tiga (WR3) Unipa, Hendrik Arwam meminta mahasiswa membuka pintu utama Unipa.

“Sementara, jangan palang pintu kampus karena orang mau masuk untuk diskusi dengan kami terkait masalah pembunuhan ini,” pintanya. 

Mengantisipasi hal sama tidak terulang lagi, Hendrik mengajak mahasiswa lama (senior) menjelaskan sikon (situasi dan kondisi) Manokwari kepada mahasiswa baru.

“Setiap mahasiswa baru yang datang setiap tahun harus ada pembinaan banyak kepada mereka bahwa tempat-tempat ini biasa dilarang masuk, supaya mereka mengerti dan melakukan,” ajaknya.

Selain berorasi, mahasiswa menjalankan sumbangan duka kepada warga kampus (mahasiswa dan dosen). Sumbangan ini akan diberikan kepada pihak korban untuk digunakan selama kedukaan.

Menurut informasi yang dihimpun Majalah Beko, kedua korban dipulangkan ke orang tua mereka setelah diotopsi pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari. Mayat Agus dipulangkan ke Nabire malam ini menggunakan KM Labobar. Sementara, mayat Tasya juga dipulangkan ke rumahnya di Sarinah, Manokwari.

Korban adalah sepasang kekasih; Agustinus, mahasiswa angkatan 2015 asal Merauke, kuliah di Fakultas Teknik Unipa dan Tasya, mahasiswi angkatan 2015 asal Ambon, kuliah di Fakultas Peternakan Unipa.


Sebagai bentuk duka bersama dan solidaritas, mahasiswa masih memalang pintu utama Kampus Unipa Manokwari hingga mayat kedua korban selesai dimakamkan.

Terpisah, dalam pengumumannya, Rektor Unipa, Jacob Manusawai menuliskan, civitas akademika Unipa akan menggelar doa bersama terkait kasus pembunuhan tersebut pada Jumat (04/11) mendatang di Auditorium Unipa Amban. Sementara, perkuliahan diliburkan hingga Senin (07/11) mendatang.

(YG)
Pembunuhan Agus dan Tasya, FIM Unipa: Polisi Segera Usut Tuntas Bersama Mahasiswa Reviewed by Majalah Beko on 22.24.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.