Breaking News

Berita

Tuntutan dan Agenda Ipmado se-Jawa & Bali

Ilustrasi - Google (Ist.)
SEMARANG, MAJALAH BEKO - - Setelah berdiskusi bersama berdasarkan berbagai perjanjian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) Kabupaten Dogiyai, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Dogiyai (Ipmado) se-Jawa & Bali (Pusat) menetapkan beberapa poin, terdiri dari tuntutan dan agenda.

Berikut ini adalah beberapa poin yang ditetapkan sebagai bahan tuntutan.

1. Waktu perjanjian yang disampaikan Dinas P & K Dogiyai sudah memasuki tahap akhir. Ketika ditelepon, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dogiyai, Bapak Yermias Anouw, S.Pd. M.Pd berjanji; “Saya akan membagikan dalam waktu tiga atau empat minggu ke depan.” Kini, kami sedang menunggu perjanjian “tiga atau empat minggu”. Tiga setengah minggu sudah kami tunggu. Perjanjian bapak sudah masuk pada garis finish. “Janji itu kan harus ditepati. Pasti bapak kepala dinas ada urusan lain, sehingga beliau belum ada reaksi menepati janji. Kalau tidak ada urusan lain, pasti beliau ke sini dan kita akan tunggu sampai tanggal 20 November ke bawah. Itu pun kalau beliau belum merespon. Pace dia  tidak akan terbang juga tooo, kita akan turun di Dogiyai,” kata seorang mahasiswa dari kota studi Yogyakarta.

2. Tidak ada dalam DPA, namun Dinas P & K Dogiyai berjanji akan membagikan dana TA dan pemondokan. “Mungkin uang sulap. Mengeluarkan uang lima ribu sekalipun bila masuk instansi pemerintahan, maka pengeluarannya biasanya terencana. Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai berjanji, mereka akan segera membagikan dana TA dan pemondokan untuk tahun 2016. Kami takut, bila porsi orang lain berkurang. Kami akan tuntut porsi kami. Dinas sebelumnya tidak pernah lupa dana TA dan pemondokan,” kata seorang mahasiswa asal kota studi Jakarta, Anton Tebai dengan tegas.

3. Jangan (sampai) membuat kami jadi korban. Kekeliruan pun muncul  di sela pergantian antara kepala dinas lama dan baru. “Karena pergantian pemimpin  pendidikan di daerah, yang jadi korban adalah kami yang sedang menuntut ilmu di tanah rantauan. Kami tidak terima hal itu. Ini sebuah tindakan yang menginjak-injak hak orang lain. Dana TA dan pemondokan bagi mahasiswa dan pelajar adalah hak kami. Itu adalah porsi buat pelajar dan mahasiswa. Dan, apabila dana tersebut belum terealisasi hingga bulan Desember, maka kami akan lanjut menyuarakan hak kami di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Jakarta,” kata Ketua Ipmado Pusat, Yohanes Tigi.

Setelah itu, mahasiswa menyepakati beberapa agenda penting untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, yang akan dikoordinir Badan Pengurus Ipmado Pusat. Berikut beberapa agenda yang disepakati bersama.

1. Tanggal 11-24 November 2016: Ipmado se-Jawa & Bali menunggu janji perjanjian Dinas P & K Dogiyai.
2. Tanggal 24-30 November  2016: Ipmado Pusat akan mengumpulkan kembali setiap korwil untuk mengambil langkah selanjutnya, yakni turun jalan (aksi) ke Kabupaten Dogiyai atau ke Kementrian Pendidikan Indonesia.
3. Tanggal 30 November-15 Desember 2016: Ipmado se-Jawa & Bali turun jalan ke Dinas P & K Dogiyai, menuntut janji. Sedangkan, sebagian mahasiswa akan ke Kementrian Pendidikan Indonesia di Jakarta untuk melaporkan hal ini.
4. Tanggal 15-20 Desember 2016: Penyelesaian di Kementerian Pendidikan di Jakarta.

Inilah beberapa poin yang ditetapkan dalam rapat Ipmado Pusat bersama koordinator wilayah (korwil) kota studi Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta, Jumat (18/11) pukul 09.00 WIB.

(FM)
Tuntutan dan Agenda Ipmado se-Jawa & Bali Reviewed by Majalah Beko on 20.38.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.