Breaking News

Berita

Gat Tekege, Pelatih Terbaik dari Nabire Asal Meepago

Oleh Nomensen Douw
Gat Tekege, Pelatih Terbaik dari Nabire Asal Meepago (dok. penulis)
“Gat Tekege adalah satu-satunya pelatih sepak bola asal Meepago yang mencetak pemain muda berbakat, yang siap bertempur di lapangan hijau.

Di dunia sepak bola, memang banyak pelatih yang berprestasi, tapi langka bagi pelatih yang membentuk mental juara dan pemain yang berbakat. Sosok pelatih ini selalu menempatkan situasi dengan selalu berbaur dan selalu menjalani susah (duka) bersama pemain yang ia bina di lapangan maupun di luar lapangan. Di samping itu, yang lebih luar biasa adalah dia mencetak pemain-pemain muda asal Nabire yang berkarir di dunia sepak bola hingga bermain di klub besar.

Dengan impian besar ingin membentuk pemain-pemain yang profesional dan bermental juara, Gad Tekege selalu melatih dan melatih tanpa henti di Lapangan Sapta Marga, Kodim Nabire. Dia adalah pelatih luar biasa yang sama sekali tidak memikirkan apapun dari pemain, selain mencetak pemain-pemain yang berbakat di dunia sepak bola. Banyak keterbelakangan yang dialaminya dari oknum yang tidak memperhatikan niat positif ini (pemerintah maupun kaum atas yang gila bola dari wilayah Meepago). Namun, Gat Tekege tetap optimis dengan bekerja keras demi menggasah bakat alami yang dimiliki anak-anak Meepago di Nabire.

Kota Nabire menjadi tempat domisilinya sejak kecil. Dia sudah pernah bermain di klub ternama di Papua pada tahun 2006, semenjak Persinab Nabire mengudara di Papua. Gat Tekege selalu menjadi ujung tombaknya Persinab Nabire didampinggi Yosep Iyai sebagai temannya di lini depan. Setelah pensiun dari dunia sepak bola, Gat mendirikan klub sepak bola di Nabire dengan namaYamewa FC”, karena dialah sosok berjiwa membangun sepak bola. Dia merekrut pemain muda yang berumur 10-18 tahun untuk dibina tanpa harus dibayar. Keoptimisan Gat Tekege semakin kokoh, walaupun tidak ada perhatian dari pemerintah daerah maupun luar. Semangat tidak dipatahkan oleh segala situasi yang dialaminya. Klub Yamewa yang diasuhnya semakin terbentuk, mengudara, dan menjadi klub yang luar biasa di Nabire. Yamewa selalu menjadi yang terbaik di setiap kompetisi yang diadakan di Kabupaten Nabire. Karena karir positif yang diraih pelatih Gat Tegeke ini, akhirnya dia dinobatkan menjadi pelatih terbaik yang disegani masyarakat Nabire dan pada umumnya di wilayah Meepago.

Kehebatan pelatih lokal ini ternyata menarik banyak perhatian dari kaum penggemar sepak bola di wilayah Meepago. Pada tahun 2011, beliau dipercaya membawa tim sepak bola dari Kabupaten Deiyai ke Jayapura dalam kompetisi Liga Divisi III. Di bawah asuhannya, ternyata Persidei menjadi juara zona Papua dan lanjut bermain di Merauke. Persidei menjadi peringkat kedua setelah Persimer Merauke berada di posisi pertama. Setelah membawa Persidei Deiyai pada klasmen kedua, pelatih berbakat ini kembali dipanggil untuk membawa tim baru yang baru dibentuk/didaftar di PSSI, yaitu tim asal Kota Singkong, Nabire Putra FC pada tahun 2013.

Persiapan demi persiapan sudah dilakukan bersama tim Nabire Putra di bawah pelatih asuhan Gat. Hampir semua pemain Nabire Putra adalah murni pemain muda asal Nabire yang sudah dilatih oleh Gat Tekege sejak kecil hingga menjadi pemain muda terbaik di daerah. Tim Nabire Putra menjadi klub pendatang baru di ajang Divisi III Zona Papua 2013. Saat itu, kompetisi bergulir di Kota Jayapura. Kompetisi ini sekaligus merebut piala Gubernur Papua. Setelah pertandingan dimulai, Nabire Putra menjadi kunci pembukaan dan bermain di Stadion Mandala Jayapura. Nabire Putra juga menjadi kunci penutupan di Stadion Mandala dalam laga final menjamu Persami Sarmi. Pada akhirnya, Tim Nabire Putra FC memenangkan laga final itu dan merahi Tropi Gubernur Cup, serta piagam penghargaan.

Berkat keoptimisan pelatih Gat Tekege, ternyata beberapa pemain ditawarkan bermain di liga besar, salah satunya Agus Iyai. Sebelum kompetisi usai, pemain tersebut langsung dibawa ke Malaysia untuk bermain di liga Malaysia. Pemain lainnya, seperti Riky Kayame yang kini masih bermain di Persipura Jayapura, adalah pemain yang murni dibina sejak kecil oleh pelatih Gat Tekege. Asuhannya yang lain masih berputar di liga divisi utama dan liga amatir nusantara, sekarang Liga I-II. Gat Tekege adalah pelatih yang hebat. Dia tidak pernah mengharapkan apapun dari pemain, selain menjadikan dirinya bangga karena tim asuhannya bemain baik di tingkat profesional dan menjadi yang terbaik.

Karena karir yang memuncak, Gat Tekege menjadi pelatih yang ”tren topic” di kalangan suku Mee di wilayah adat Meepago. Hal ini terbukti karena Gat mampu membentuk tim menjadi profesional, di samping membenahi setiap pemain yang dilatihnya. Namun sayangnya, karir terbaik yang dimiliki Gat Tekege tidak dipedulikan pemerintah daerah. Tidak pernah ada sekecil apapun bantuan yang diterima sebagai balas budinya. Tidak ada kesempatan yang diberikan untuk terbang ikut sekolah pelatih agar ada lisensi yang resmi.

Sudah 15 tahun Gat Tekege mulai melatih anak-anak di lapangan Sabta Marga. Dia tidak memikirkan kerja untuk menghidupi keluarganya. Setiap hari, tepat pukul 15:00 WIB, Gat selalu stand by di lapangan menunggu anak binaannya datang satu per satu. Dia tidak mengenal lelah, tidak mengenal bosan demi satu impiannya, yaitu mengubah nasib anak Mee yang sebelumnya belum pernah bermain di tingkat profesional, klub papan atas ISL (sekarang Liga I). Itulah impian yang ingin dicapai seorang pelatih asal Paniai, Gat Tekege.

Dengan melihat kemampuan yang luar biasa ini, pemerintah daerah yang ada di wilayah Meepago (Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai) harus memberikan perhatian yang lebih baik kepada siapapun yang mampu memberikan kontribusi positif di bidang olahraga, lebih khususnya sepak bola. Tidak perlu lagi kita mau lihat dari sisi perbedaan daerah, karena kadang, kalau kita terlalu melihat dari sudut perbedaannya, selalu ada nilai negatifnya untuk memecah belah hingga menimbulkan konflik fisik dan batin di antara suku Mee.

Kemajuan sepak bola tidak terlepas dari nilai moral dan etika. Ada nilai yang perlu dipelajari dari kehidupan dunia sepak bola. Artinya, sepak bola adalah salah satu pembawa keharuman khas positif sebagai bagian dari harkat dan martabat ras, daerah, suku, keluarga, dan diri sendiri. Sepak bola penting bagi orang Mee. Pemerintah harus buka mata dan peduli lebih jauh, jika sepak bola Meepago ingin dihargai di dunia publik. Uang hanya objek yang menjebak kemajuan harga diri suku Mee, tapi harga diri yang dihargai dunia adalah lebih tinggi dari uang, emas, dan perak. ***
Gat Tekege, Pelatih Terbaik dari Nabire Asal Meepago Reviewed by Majalah Beko on 22.28.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.