BREAKING NEWS

Berita

Peringati 33 Tahun Kematian Arnold Ap, AMP Malang Gelar Diskusi Bebas dan Panggung Budaya

Sesi diskusi bebas AMP Malang dalam rangka memperingati 33 tahun kematian Arnol Ap (Neson Elabi/Beko)
Malang, MAJALAH BEKO - - Dalam rangka memperingati 33 tahun kematian Arnol Ap, puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang menggelar diskusi bebas dan panggung pentas seni budaya Papua, Rabu (26/04/2017) di Asrama Mahasiswa Manokwari, Kota Malang.

Peringatan 33 tahun kematian Arnold Ap ini diawali dengan diskusi tentang hidup, karya-karya musisi, dan kematian Arnold Ap.

Arnold Ap adalah salah seorang budayawan, antropolog, dan musisi Papua Barat yang berhasil mendirikan dan memperkenalkan musik ‘Mambesak’ di Papua. Selain Mambesak, pria kelahiran Pulau Numfor ini berhasil memperkenalkan kebudayaan asli Papua kepada masyarakat luas melalui karya-karyanya. Pria bernama lengkap Arnold Clemens Ap yang dilahirkan pada tanggal 1 Juli 1945 ini adalah anak kedua dari lima bersaudara, dilahirkan oleh pasangan Meljanus Ap dan Alexandrina Ap. Pada tanggal 26 April 1984, Arnold Ap ditemukan tewas dibunuh oleh Kopasandha (Kopasus) di Pantai Base Cam Jayapura.


Dalam kegiatan bertopik “Praising Spirit Of Mambesak For Life” ini, Yohanes Giay dalam diskusinya mengulas perjuangan Arnold Ap, dan kawan-kawan dalam mempersatukan budaya Papua.

Mengapa Arnold Ap menyanyi untuk Papua dengan berbagai bahasa daerah Papua, padahal beliau adalah orang Biak? Karena, Arnold Ap ingin mempertahankan kebudayaan asli Papua dari ancaman budaya luar, kata Yohanes.

Pada kesempatan sama, seoarang mahasiswa Malang, Yustus Yekusamon mengajak generasi penerus Papua harus bangkit demi rakyat dan budaya Papua.
        
“Arnold Ap tidak membawa jiwa seni dalam kematiannya, namun jiwa seni itu masih ada, maka generasi dan mahasiswa Papua harus bangkit dan melestarikan budayanya sendiri,” kata Yustus.

Pantauan majalahbeko.com, setelah diskusi, AMP Malang menggelar panggung budaya yang diisi dengan pembacaan puisi, orasi politik, hingga nyanyian lagu-lagu Papua.

Sejak dimulai pukul 17.00 WIB, peringatan 33 tahun kematian Arnold Ap ini berjalan aman hingga selesai pukul 21.15 WIB. (Neson Elabi)
Peringati 33 Tahun Kematian Arnold Ap, AMP Malang Gelar Diskusi Bebas dan Panggung Budaya Reviewed by Majalah Beko on 02.16.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.