Breaking News

Berita

1 Mei: Perempuan Meepago di Nabire Gelar Diskusi

Perempuan Meepago seusai diskusi (Forum Diskusi Perempuan Meepago se-Kota Nabire)
Nabire, MAJALAH BEKO - - Dalam rangka memperingati 1 Mei sebagai hari aneksasi Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perempuan Meepago yang tergabung dalam Forum Diskusi Perempuan Meepago se-Kota Nabire menggelar diskusi, Senin (01/05/2017).

Dengan mengusung tema “Indonesia Masih Saja Menunjukan Watak Kolonialisnya Terhadap Rakyat Papua”, diskusi yang dipimpin oleh penggerak perempuan Meepago, Maria Magdalena Butu, dimulai dengan doa pembukaan pada pukul 12.00 WIT.

Dalam diskusi, terdapat beberapa poin yang digaris bawahi perempuan Meepago, di antaranya; dengan hari aneksasi, orang Papua kobarkan semangat juang untuk lepas dari bingkai NKRI. Walaupun Indonesia memaksa Papua masuk dalam bingkai NKRI, kami (Forum Diskusi Perempuan Meepago se-Kota Nabire) tetap berjuang untuk lepas dari NKRI (selengkapnya tertuang dalam Kesimpulan Diskusi).

Olivia Gobai, seorang Mahasiswi Uswim Nabire menyesalkan perlakuan Indonesia dalam 55 tahun Papua diianeksasi (1 Mei 1963 hingga 1 Mei 2017). Ia mengajak perempuan Papua, khususnya di wilayah adat Meepago untuk bangkit melihat persoalan yang terjadi.

“Jika tidak berbicara dari sekarang, siapa lagi yang akan  bertindak  untuk masalah Papua ini. Satu cara  untuk melawan dengan memperbaiki diri, berdiskusi, saling memberikan pemahaman adalah modal awal untuk menuju kemerdekaan Bangsa West Papua,” kata perempuan Meepago itu dalam rilis pers yang diterima majalahbeko.com hari ini.

Hal senada disampaikan perempuan Meepago lainnya, Bernadeta Iyai. Bernadeta menjelaskan, tidak ada yang perlu ditakutkan ketika berbicara tentang kebenaran di Tanah Papua.

“Dengan melihat semua ini, kita tidak perlu takut tindakan kekerasan yang dilakukan oleh TNI/Polri.  Kita tetap semangat untuk berjuang  dengan cara dan gaya kita, dengan tindakan yang ada  pada kita. Kita tetap maju, berjuang terus, sebab berbicara kebenaran ada perlindungan  dan kebenaran akan menyelamatkan kita di bumi ini menuju kemerdekaan Bangsa West papua,” kata Bernadeta.

Kesimpulan Diskusi

Kami (perempuan Meepago se-Kota Nabire)  akan terus berjuang menyelamatkan tanah dan manusia Papua melalui berbagai macam cara, salah satunya melalui diskusi. Maka itu, kami mengajak (juga) kepada seluruh organisasi politik maupun semua perempuan pejuang Papua tetap berjuang, sebab Tuhan adalah seorang mama yang selalu menjamin kehidupan rakyat Papua. Kami juga meminta kepada Negara kesatuan Republik Indonesia, bahwa hentikan segala hal tentang manipulasi, penindasan, perampasan hak hidup orang Papua di Tanah Papua .

Satu kata: kami lawan, lawan, lawan sampai merdeka!

(Aten Pekei)
1 Mei: Perempuan Meepago di Nabire Gelar Diskusi Reviewed by Majalah Beko on 18.48.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.