BREAKING NEWS

Berita

Analisis Pemuda Terhadap Perkembangan Pilkada Maybrat

Oleh Paulus Aikingging (JW)
Penulis (dok. penulis)
Isu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat menjadi semakin hangat. Pilkada ini disebut “piala dunia” yang diikuti oleh putra-putra terbaik dari Maybrat, yaitu pasangan Drs. Bernad Sagrim, MM dan Drs. Paskalis Kocu, M.Si. (SAKO) dengan nomor urut 1, dan pasangan Karel Murafer, SH, MA dan Yance Way, SE, MM (KARYA) dengan nomor urut 2.

Meskipun pemungutan suara pilkada ini sudah berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 lalu dan pada tanggal 24 Februari 2017 sudah dilakukan penetapan pleno di KPU Kabupaten Maybrat, tapi, sayang sekali, ricuh terjadi antar kedua pasangan. Kedua pasangan sama-sama tidak bisa menerima keputusan yang ada. Akibatnya, penyelesaiannya dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). MK memutuskan pemilihan suara ulang (PSU) di satu TPS, yakni di TPS Iroh SohSer.

Pendukung atau tim sukses salah pengertian. Pro dan kontra terjadi antara pendukung kedua belah pihak. Para pendukung dari tim tertentu tidak menerima keputusan MK, lalu membakar rumah-rumah masyarakat di Maybrat. Masyarakat kecillah yang menjadi korban.

Hal ini menciptakan kondisi yang dapat menggangu ketentraman kehidupan masyarakat Maybrat, disebabkan adanya kepentingan para elit politik yang berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan serta meraih kedudukan. Menurut pengamatan saya, sebenarnya pesta demokrasi ini bebas bagi siapa saja, tetapi yang terjadi di masyarakat, semua ikut terpengaruh oleh elit-elit politik yang dapat mempengaruhi keadan damai masyarakat Maybrat.

Harapan saya, kita harus dapat menciptakan perdamaian. Perdamaian merupakan satu usaha sistematis yang harus dilakukan oleh berbagai pihak yang berkepentingan di Kabupaten Maybrat, serta tim SAKO dan KARYA harus mendorong situasi aman dan nyaman tanpa kekerasan dan hidup dalam suasana berdampingan antar komunitas yang berbeda. Hal ini harus dilakukan sebagai landasan kesuksesan pembangunan. Semua pihak dapat berpartisipasi tanpa ada tekanan dari kelompok yang berkuasa atau sebaliknya, memaksakan kehendak terhadap pihak lain.

Pada dasarnya, perdamaian dibangun oleh sebuah konsep, teori, pengalaman, dan praktek yang telah dibangun sebagai bentuk interaksi sosial. Oleh sebab itu, konsep perdamaian memiliki landasan filosofis, sosiologis, dan psikologis yang bisa dipahami oleh berbagai pihak, serta membantu membangun kesadaran bersama rakyat, kepedulian dan kesamaan pandangan perlu diwujudkan. Yang terpenting adalah, bagaimana berbagai pihak yang berkepentingan membangun pemahaman yang sama tentang perdamaian, yang merupakan landasan berpikir untuk mendorong sebuah kebijakan, strategi, dan kerangka kerja pembangunan untuk mewujudkan kondisi yang baik serta stabil dalam kehidupan kemasyarakatan yang aman.

*) Penulis adalah pemuda (mahasiswa) Aifat Timur Jauh; peduli perkembangan politik (politics oriented) Maybrat
Analisis Pemuda Terhadap Perkembangan Pilkada Maybrat Reviewed by Majalah Beko on 10.08.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.