BREAKING NEWS

Berita

Hai OAP, Nyalakan Lilin untuk Kami Lagi!

Aksi 1000 lilin untuk Ahok dari Papua (Ist.)
Untuk apa 1000 lilin dinyalakan untuk mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahya Purnama alias Ahok? Kebanyakan orang (termasuk ormas-ormas) Kristiani di Indonesia beranggapan, penyalaan lilin tersebut sebagai simbol melawan ketidakadilan yang dialami Ahok atau kematian hukum Indonesia. Kita tahu siapa Ahok. Dia seorang Kristen, Tionghoa, sosok pemimpin yang tegas dan jujur.

“Ahok digiring ke PDIP. FPI 'meraung-raung'. Ahok dihina sebagai kafir. Mereka membuat gubernur tandingan. Muncul Buni Yani, Cikeas, dan Cendana. Prabowo bersuara : kalau ingin saya jadi presiden, menangkan Anies-Sandi! Isu SARA tumbangi Ahok. Ahok ibarat domba yang dikorbankan.”

Kasus Ahok memunculkan emosi publik. Banyak tanggapan diekspresikan warga Indonesia di dunia nyata maupun dunia maya. Bahkan, masyarakat dunia internasional pun bersuara.

Dewan HAM PBB, Amnesti Internasional, Departemen Luar Negeri AS, Jubir Deplu AS Biro Asia Timur & Pasifik, Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia, dan ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR) ‘buka mulut’. Itu sesuatu yang wajar-wajar saja untuk kasus Ahok.

Di Indonesia, para simpatisan melakukan aksi 1000 lilin untuk Ahok, selain demonstrasi serta keprihatinan lembaga kajian dan pemerhati HAM (SETARA Institute dan LBH Jakarta).

Beberapa hari terakhir, sejak Rabu (10/05/2017) lalu, reaksi dan dukungan untuk Ahok ini digelar di beberapa kota di Indonesia.

Wow! Ada Lilin untuk Ahok dari Papua

Papua juga tidak mau kalah. Aksi 1000 lilin untuk Ahok digelar di Kota Jayapura, Sarmi, Manokwari, Sorong, Timika, Merauke, dan Nabire. Selain aksi nyata, sebagian orang asli Papua (OAP) menuliskan status keprihatinan mereka di media sosial, seperti Facebook. It’s okay. That’s freedom expression!

Isu SARA Bikin OAP Jatuh Hati’

OAP terlalu fanatik dengan isu SARA. Bagi OAP, SARA adalah sesuatu yang sangat sensitif. Isu SARA (agama) menjatuhkan hati OAP yang mayoritas beragama Kristen di tanah Papua. Sebagian OAP melihat kasus Ahok dari sisi agama. Lainnya hanya melihat kinerja kepemimpinan Ahok selama bekerja di Jakarta. Akibat penistaan agama yang dialami Ahok ini, OAP yang bersimpati (diprakarsai ormas-ormas ‘kaget-kaget’) membuat aksi 1000 lilin untuk mantan Bupati Belitung itu. Wow!

Sebelum aksi 1000 lilin digelar, Manokwari sudah bersuara. Dalam baliho aksi demo damai yang digelar di Lapangan Sepak Bola Borasi, Rabu (16/11/2016), dituliskan: “AHOK Tidak Jadi GUBERNUR di Jakarta, maka AHOK Jadi PRESIDEN di Papua”.

Selain itu, ada isu yang beredar, Gubernur Papua, Lukas Enembe menyatakan, “Kalau Ahok tak boleh jadi gubernur, biarkan Papua Merdeka”. Ini pernyataan yang telah dibantah Gubernur Lukas.

Banyak tanggapan yang lahir, termasuk dari OAP yang bersimpati dalam aksi 1000 lilin. Salah satunya, para “Ahokers” Papua butuh pemimpin-pemimpin berjiwa Ahok di Papua. Apakah benar?

PBB dan kroni-kroninya masih ‘tutup mulut’. Sejak kapan (secara besar-besaran) orang Kristen Indonesia mengungkapkan rasa simpati mereka bagi orang Kristen Papua yang dibantai? Kenapa OAP tidak mengungkapkan rasa simpati terhadap kasus-kasus mereka sendiri?”

Muslim versus Kristiani, Waspada!

Baru saja, Perkumpulan Gereja-Gereja Papua (PGGP) di bawah pimpinan Uskup Jayapura, Leo Laba Ladjar dan kroni-kroninya menggelar aksi damai “Selamatkan Indonesia dan Selamatkan Pancasila” pada Senin (15/05/2017) pagi di Jayapura. Setidaknya, ada 8 pernyataan sikap yang dibuat.

Aksi seperti ini keliru bagi seorang ‘gembala’ di tanah Papua. Di mana tugas dan tanggungjawab mereka yang sebenarnya? Buta hatikah?

Isu Papua Vs Ahok

Isu Papua mendunia. Isu Ahok juga mendunia. Kita tahu, sebagian OAP bersimpati dan mengikuti aksi 1000 lilin untuk Ahok. Momen ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu (termasuk elit-elit politik dan kroni-kroninya) hingga memunculkan “NKRI Harga Mati”, “Selamatkan Pancasila”, dan lain-lain. Ada apa?

Di Nabire dan beberapa kota lain, pihak kepolisian setempat menjaga dengan aman aksi seribu lilin untuk Ahok. Sementara, aksi peduli kemanusiaan (HAM) OAP di tanah Papua dibungkam dengan cara membubarkan secara paksa hingga penahanan dilakukan. -- Toh, itu wajar-wajar saja.

Ternyata, sebagian OAP ini baru disadarkan (atau ‘pura-pura tra tau’), kalau negara ini anti kebenaran. OAP tipe ini bisa dikatakan apa? ‘Terlalu baik’ atau ‘gagal paham’?

OAP yang memasang 1000 lilin untuk Ahok hanyalah kaum minoritas. Mereka terhanyut dalam permainan politik negara ini. Toh, kepentingan negara melebihi segalanya.

Semua orang berkepentingan di tanah Papua, termasuk OAP. Aksi 1000 lilin untuk Ahok dari Papua membuka mata Indonesia, bahkan internasional. Ini masalah yang ‘sengaja dijadikan serius’. Elit-elit politik pusat yang berkepentingan atas Papua memantau langsung soal simpatisan OAP ini. Selanjutnya, isu SARA apa yang akan dimainkan di tanah Papua? Ikuti saja sendiri!

Ada Apa di Papua?

Rasa simpati atau solidaritas OAP mati terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Papua. Mati karena berada di bawah tekanan militer dan dipengaruhi suhu politik? Entahlah!

Sejak 1963, banyak aktivis dibunuh, dan banyak pula kasus (termasuk pelanggaran-pelanggaran HAM) terjadi di sekitar orang asli Papua (OAP) di tanah Papua. Mengapa OAP tidak mengindahkan kasus-kasus tersebut? OAP di Provinsi Papua dan Papua Barat mengadakan 1000 lilin bagi seorang calon Gubernur Jakarta di tanah Papua, apa untungnya? Apa dampaknya? Apakah ada kontribusi, jika Ahok terpilih menjadi gubernur? Bagaimana dengan sebelumnya? Lantas, ini sebatas euforia? Ketika beberapa gereja di Indonesia dibakar, Ahok bersuara? Pernahkah ada satu lilin dari Ahok untuk kasus-kasus (HAM) OAP di tanah Papua? Mama-mama Papua yang masih berjualan beralaskan karung dan noken di atas tanah, serta masalah-masalah sosial-ekonomi lain di tanah Papua masih membutuhkan sebuah lilin dari OAP. Hanya OAP yang bisa menjawab.

Ahok memberikan pelajaran bagi OAP agar wajib memberikan rasa simpati atau empati terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM di Papua.

“Nyalakan lilin untuk kami lagi!”

(Tim Redaksi)
Hai OAP, Nyalakan Lilin untuk Kami Lagi! Reviewed by Majalah Beko on 14.48.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.