Breaking News

Berita

Ini Kronologis Pembungkaman Ruang Demokrasi AMP dan FMN Surabaya

Aksi demokratis AMP - FMN Surabaya (SB/AMP Surabaya)
Surabaya, MAJALAH BEKO - - Aksi demokratis 1 Mei Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Forum Mahasiswa Nasional (FMN) Surabaya dibungkam TNI/Polri setempat ketika tengah beraksi.

“Pada Senin (01 Mei 2017), bertitik kumpul di Kebun Binatang Surabaya (KBS), AMP Surabaya melakukan aksi pada pukul 09.00 WITA. Pukul 11.30 WITA, ketika bendera AMP berkibar, TNI/Polri langsung mendatangi, mengepung, mengeroyok, dan membubarkan secara paksa 50-an aktivis AMP Surabaya bersama dengan kawan-kawan buruh yang terhimpun dalam Forum Mahasiswa Nasional (FMN),” tulis Sekretaris Jendral (Sekjen) AMP Surabaya, Selpius Bobii dalam siaran pers yang diterima majalahbeko.com.

Kedatangan pihak TNI/Polri bermaksud menahan aktivis AMP. Tetapi, maksud tersebut tidak terlaksana ketika koordinator lapangan (korlap) kaum buruh dengan tegas mengatakan kepada pihak TNI/Polri, kalau mau tangkap mereka, saya sebagai jaminan dan harus menangkap saya karena mereka juga menyuarakan hak-hak rakyat yang selalu diintimidasi dan ditindas melalui kaki tangan kaum kapitalisme.

Dituliskan, pembungkaman ruang demokrasi ini tidak memiliki alasan yang tepat. TNI/Polri melanggar janji aksi AMP dan FMN. Pasalnya, dua hari sebelum aksi, pihak TNI/Polri menyetujui aksi AMP – FMN dengan syarat yang dipenuhi AMP.

“Aksi kami dibubarkan dengan alasan yang tidak tepat, yang harus dipermasalahkan, padahal dari pihak AMP sudah koordinir dan minta persetujuan dua hari sebelumnya bersama FMN. Pihak TNI/Polri mengatakan bahwa perlu dibawa atribut aksi ketika aksi akan dilakukan,” tulis Selpius.

Dituliskan lagi, kesepakatan bersama tersebut berpuncak pada tuntutan aspirasi atau mediasi sebagai hak mahasiswa sekaligus perwakilan rakyat Papua dan keadilan kaum buruh bagi FMN.

Menurut pandangan Mahasiswa Papua, Pemerintahan Jokowi-JK takut rakyat Indonesia mendukung Papua merdeka dengan isu Papua yang semakin meluas di seluruh dunia dan wilayah tanah kolonial Indonesia, khususnya di Jawa Timur, Surabaya.

Ditambahkan dalam siaran ini, situasi ini membenarkan kehadiran Indonesia di Tanah Papua sejak 1 Mei 1963 hingga saat ini hanya untuk memusnahkan orang asli Papua (OAP), dengan tujuan untuk menguasai teritorial dan sumber daya alam Papua.

Selama 55 tahun, kemerdekaan West Papua dibungkam oleh kejahatan sistem kolonial dan kejahatan militer yang hingga hari ini dirasakan bangsa Melanesia di Papua, sama hal yang dirasakan AMP Komite Kota Surabaya. (Admin)
Ini Kronologis Pembungkaman Ruang Demokrasi AMP dan FMN Surabaya Reviewed by Majalah Beko on 12.42.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.