Breaking News

Berita

Pemkab Deiyai Diminta Perhatikan Keluhan Mahasiswa di Manokwari

Asrama Deiyai di Manokwari (YG/Beko)
Manokwari, MAJALAH BEKO - - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai melalui instansi terkait diminta memperhatikan keluhan-keluhan mahasiswa Koordinator Wilayah (Korwil) Deiyai di kota studi Manokwari.

Hal ini dikatakan mahasiswa yang terhimpun dalam Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari dalam diskusi terkait, Senin (08/05/2017) malam di Asrama Deiyai Manokwari.

Berdasarkan hasil diskusi, mahasiswa di kota Buah-buahan memiliki beberapa  kendala (soal asrama) yang dikeluhkan, yakni volume mahasiswa banyak dan tidak mampu ditampung di Asrama Deiyai. Selain itu, uang lampu, pemagaran, dan legalitas tanah asrama.

“Pemerintah Kabupaten Deiyai harus melihat kekurangan, seperti aset-aset Asrama Deiyai di kota studi Manokwari ini. Sekarang, setiap perguruan tinggi maupun swasta di Manokwari, dalam satu tahun tiga kali diwisudakan, sehingga setiap tahun banyak mahasiswa yang datang, dan mungkin banyak mahasiswa yang keluar juga,” kata Pembina Korwil Deiyai, Obet Dogopia.

Pembina Korwil Deiyai lainnya, Anius Ukago, mengatakan, mahasiswa merupakan penerus dan pemimpin Deiyai nantinya, sehingga, Pemkab Deiyai melalui instansi terkait perlu memperhatikan aspirasi mahasiswa.

“Pemerintah Deiyai, lebih khususnya dinas terkait harus kerja sesuai mekanisme yang ada dan melihat kebutuhan mahasiswa asal Deiyai yang kuliah di Manokwari ini, karena mahasiswa asal Deiyai ini, ke depan akan membangun Deiyai setelah selesai dari perguruan tinggi mereka,” ucap Anius.

Setiap kamar diisi empat orang. Akibatnya, pemakaian listrik menambah. Sekali, pihak PLN Manokwari memutuskan aliran listrik. Pasalnya, penghuni tidak sanggup membayar tagihan listrik

“Sekitar 4 malam kami tidak istrahat baik. Pihak PLN datang putuskan lampu karena belum bayar uang,” kata Sekretaris Korwil Deiyai, Alim Badii.  

Selain uang tagihan listrik, Alim menambahkan, asrama membutuhkan pemagaran dan legalitas tanah yang jelas.

“Pagar asrama tidak ada. Yang ada hanya pagar hidup. Kami setiap malam tidur dengan badan gelisah. Kami jaga setiap malam karena jangan sampai ada pencuri yang masuk dan ambil aset-aset asrama ini. Pernah ada pencurian terjadi. Masalahnya karena belum ada pagar Asrama Deiyai kota studi Manokwari ini,” ucap Alim.

Alim menjelaskan, pemagaran tahap pertama (pembuatan pondasi) sedang dibangun mahasiswa dan tahap kedua akan dikerjakan berdasarkan volume dana yang ada.

Soal legalitas tanah asrama, Alim mengaku, belum ada sertifikat tanah. Dijelaskan Alim, hal ini pernah dijanjikan Dinas Pendidikan Deiyai, namun belum ada tindakan nyata.

“Sertifikat tanah juga sampai saat ini belum ada. Sebelumnnya, Pemerintah Deiyai lewat dinas terkait sudah janji, tapi sampai saat ini belum ada respon,” ungkap Alim.

Lantaran volume mahasiswa yang tidak mencukupi kapasitas kamar asrama, Ketua Korwil Deiyai, Norbertus Tekege mengatakan, pihaknya akan mencoba mencari kontrakan putri.

“Kami mencoba cari kontrakan putri karena setiap tahun, banyak mahasiwa baru yang datang. Kamar-kamar asrama tidak mencukupi. Mahasiswa di sini sangat sulit untuk belajar,” tutur Norbertus.

Berdasarkan keluhan-keluhan ini, mahasiswa Deiyai di Manokwari meminta Pemkab Deiyai melalui instansi terkait memperhatikan hal-hal ini. (Yepuni Giyai/Beko)
Pemkab Deiyai Diminta Perhatikan Keluhan Mahasiswa di Manokwari Reviewed by Majalah Beko on 20.55.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.