Breaking News

Berita

Penias Auwe : Persoalan Jalan dan Jembatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Kondisi jembatan Kali Nabire ketika anjlok diguyur hujan, Sabtu (12/03/2016) lalu (Yohanes Dogomo/Beko)
Nabire, MAJALAH BEKO - - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui Dinas Pekerjaan Umum yang membidangi Jalan dan Jembatan menjelaskan persoalan terkait jalan dan jembatan yang salah dipahami oleh masyarakat.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Penias Auwe menjelaskan, jalan dan jembatan yang ada di wilayah Kabupaten Nabire menjadi tanggung jawab bersama, baik pusat, provinsi, maupun pemkab setempat.

“Jalan dan jembatan itu diklasifkasikan menjadi empat dengan tanggung jawab yang berbeda. Ada ruas nasional yang langsung dikelola dari pusat, ada ruas provinsi yang dikelola oleh provinsi, ada ruas kabupaten yang dikelola oleh kabupaten, dan ruas non status yang dalam pengelolaannya tidak ditentukan, entah itu pusat sampai kabupaten,” jelasnya ketika ditemui majalahbeko.com, Senin (15/05/2017) di Nabire.

Lanjut Penias, “Masyarakat harus paham. Jembatan Kali Nabire, jembatan Sanoba dan beberapa kerusakan jalan yang hingga saat ini belum dalam pengerjaan, itu bukan karena tanggung jawab kabupaten. Tempat-tempat ini menjadi tanggung jawab pusat. Jika pemda setempat mengambil alih dalam proses perbaikan atau peremajaan, maka akan ada temuan, karena dalam pengunaan anggaran tidak pada sasarannya.”

Penias menambahkan, pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) melalui ditjen terkait untuk segera melakukan perbaikan.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu tanggapan Kementrian PUPR RI.

Kerusakan fasilitas umum tersebut dikeluhkan warga, seperti yang disampaikan seorang warga Nabire, Isak Pigai.

Ia mengatakan, kerusakan jembatan Kali Nabire telah menelan banyak korban dan warga yang melintas merasa terganggu, serta tidak nyaman karena kondisinya yang memprihatinkan.

“Kecelakaan di tempat ini bukan hanya sekali dua kali, sudah sering terjadi. Bukan hanya itu, kalau kami pake motor lalu mau lewat di situ, kami piker-pikir juga. Nanti jatuhkah tidak. Trus, kendaraan lancarkah tidak. Karena, ini menyangkut kenyamanan warga Nabire, bukan hanya kami yang tinggal sekitar Karang dan Wonorejo,” kata Isak.


Lanjut Isak, jika memang pekerjaan jembatan tersebut bukan dari Pemkab Nabire, warga akan berharap ke pemkab mana lagi.

Oleh karena itu, Isak mengaharapkan, kerusakan fasilitas umum tersebut dapat segera diatasi.

“Kami harap pemda bisa berupaya secepat mungkin ke pihak yang bertanggung jawab. supaya semua sarana umum itu bisa diperbaikan dan dipakai lagi,” harap Isak. (Donatus Douw)
Penias Auwe : Persoalan Jalan dan Jembatan Menjadi Tanggung Jawab Bersama Reviewed by Majalah Beko on 19.57.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.