Breaking News

Berita

Peringati Hardiknas, FMPP Gelar Aksi Demo dan Sampaikan Tuntutan

FMPP memajang baliho "Stop Komersialisasi, Privatisasi, dan Liberalisme di Dunia Pendidikan" (NB)
Denpasar (Bali), MAJALAH BEKO - -  Selasa (02 Mei 2017), dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Forum Mahasiswa Peduli Pendidikan (FMPP) Bali mengelar aksi demo damai menolak komersialisasi, privatisasi, dan liberalisme dalam dunia pendidikan. Aksi ini digelar di Tugu Gajah Mada, Denpasar, Bali.

Awalnya, 20-an massa yang terdiri dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan mahasiswa Papua berkumpul di Lapangan Puputan. Sekitar pukul 09.30 WITA, massa dengan pengawalan penuh dari pihak TNI/Polri setempat menuju ke Tugu Gajah Mada.

Dalam orasinya, orator FMN, Angie mengatakan, pendidikan Indonesia masih cacat dan mengarah pada pendidikan kapitalis.

Hari ini adalah Hari Pendidikan Nasional, tepat pada tanggal 02 Mei 2017. Kita ketahui bahwa pendidikan di Indonesia masih cacat dan masih pada konsep pendidikan kapitalis demokrat, yang artinya penipuan pendidikan terutama dalam dunia seperti peningkatan UKT kuliah, diskorsing, dan lain-lain. Apalagi, jika kita bandingkan, tidak ada pendidikan yang formal untuk  mematangkan pendidikan itu sendiri. Dan lebih bahayanya terjadi juga di Papua. Guru dan dosen banyak, tetapi untuk mengkaji pendidikan yang formal masih sangat buruk. Itu terlihat jelas juga di seluruh tanah air karena pendidikan Indonesia mengarah pada pendidikan kapitalis,” ungkapnya.

Selain Angie, orasi lain disampaikan beberapa anggota FMN dan beberapa puisi pendidikan dibacakan. Setelah itu, mahasiswa Papua diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi kepada publik.

Seorang mahasiswi Papua, Jeeno Dogomo menyampaikan dalam orasinya, sistem pendidikan yang diterapkan di Papua membunuh identitas (karakter) pelajar dan mahasiswa Papua.

“Sistem pendidikan di Papua itu sangat berbeda dengan daerah-daerah lain. Sistem pendidikan yang ada di Papua adalah sistem pendidikan yang membunuh karakter pelajar dan mahasiswa Papua, karena pembelajaran yang diterima di Papua merupakan pembelajaran tentang kapitalis pendidikan, artinya pelajaran yang diterima tidak dikontekskan pada budayanya orang Papua itu sendiri, tetapi menghancurkan sejarah dan budaya rakyat Papua. Dan, konteks pada ruang demokrasi rakyat Papua bahwa pendidikan pelajar dan mahasiswa Papua bukan untuk apa-apa, tetapi untuk hak dan pembebasan orang Papua sebagai solusi demokrasi mencapai tuntutan penentuan nasib sendiri bagi Bangsa Papua,” ungkapnya diwarnai teriakan massa aksi; “kapitalisme, hancurkan! imperialisme, lawan!”.

Masih lagi, seorang mahasiswa Papua, Raimon dalam orasinya turut membeberkan masalah pendidikan di Tanah Papua.

Ia mengatakan, sistem pendidikan yang diterapkan di Papua berkonsep ‘genosida’.

“Kami mahasiswa dan pelajar di Papua diajarkan secara keras. Kalau dilihat dari tindakan seperti begini, ada banyak pelajar dan mahasiswa menjadi korban kekerasan dalam dunia pendidikan itu sendiri, terutama di Indonesia, karena sistem pendidikan Indonesia di Tanah Papua merupakan konsep genosida yang diatur oleh negara itu sendiri, maka kita perlu lawan dan lawan, terutama kepada Bangsa Papua Barat,” ungkapnya.

Tuntutan FMPP

Setelah berorasi FMPP menyampaikan tuntutan di Hardiknas kali ini. Ini tuntutan FMPP:

1. Hapuskan UU Perguruan Tinggi
2. Hapuskan Uang Kuliah Tunggal (UKT)
3. Hentikan penindasan melalui jalur pendidikan
4. Hancukan sistem pendidikan yang dijadikan lahan bisnis yang menindas rakyat
5. Wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis, dan mengabdi pada rakyat
6. Tolak militer masuk kampus
7. Hentikan pembungkaman ruang demokrasi


Aksi yang bertema “Stop Komersialisasi, Privatisasi, dan Liberalisasi di Dunia Pendidikan” berjalan aman hingga usai pada pukul 11.30 WITA. (NB/Admin/Beko)
Peringati Hardiknas, FMPP Gelar Aksi Demo dan Sampaikan Tuntutan Reviewed by Majalah Beko on 23.33.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.