BREAKING NEWS

Berita

Hadapi Perkembangan Globalisasi : Meepago Sudah Siapkah?

Oleh Aholiab B. A. Pekey
Ilustrasi (Ist.)
Suara untuk tanah Papua, lebih khusus Meepago:Di zaman ini, yang seharusnya sudah diketahui, masih belum diketahui. Sebaliknya, yang tidak pantas dijadikan pantas.”

Waktu terus berjalan. Teknologi pun terus berkembang. Era globalisasi adalah sebuah keniscayaan bagi negara mana saja di dunia, termasuk Indonesia, lebih khusus Papua. Berbagai potensi hingga persoalan terkait aspek teknologi informasi (TI) dalam kehidupan muncul silih berganti. Pemerintah dan para pelaku usaha memiliki optimisme dalam kadar yang berbeda dengan melihat perkembangan era globalisasi dunia.

Semua itu terungkap dalam Rembuk Republik bertajuk “Siapkah Indonesia  Menghadapi Era Global?”, yang digelar Republika di Auditorium Green Office Park 9, The Breese Sinar Mas Land, Serpon, Tangerang Selatan, Banteng, Kamis (30/03/2017).

Direktur Jendral Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan memastikan Indonesia siap masuk ke era global. Kesiapan itu, disebut Semuel, dari sisi hukum hingga potensi bangsa dalam wujud kreativitas.

Terkait hukum, dia mengatakan, pemerintah sedang menyiapkan aturan mengenai data pribadi, khususnya untuk perlindungan data pribadi di internet. Hal ini dilakukan berdasarkan perkembangan berbasis IT di belahan dunia semakin pesat dan cepat.

Bagaimana dengan Papua? Adakah pemerintah dan masyarakat Papua, khususnya Meepago yang berpikir tentang hal ini?  Ataukah segala potensi yang ada (termasuk alam) dan masyarakat sudah mengetahui perkembangan ini? Jika tidak mengetahui hal tersebut, kami akan dibodohi.

Haruslah kami memanfaatkan alternatif lain untuk menyampaikannya melalui kegiatan-kegiatan yang layak diperbincangkan di kalangan masyarakat Papua supaya perkembangan dari masa ke masa itu terwujud. Melihat dari potensi dan kekayaan alam Papua, masih banyak yang belum diketahui dan dikembangkan sesuai kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat pribumi.

Perusahaan ilegal masuk hingga ke pelosok-pelosok tanah Papua. Ini realita yang terjadi sejak dahulu hingga di era global ini. Hal ini tidak harus dipandang sebelah mata. Namun, dalam segala aspek, kami harus membentuk dan menyiapkan masyarakat dan pemerintah yang siap menghadapi perkembangan era global.

Papua (Meepago) memiliki banyak potensi alam yang belum terlihat. Menurut penulis, masih banyak sekali yang tak terlihat - yang berharga itu akan terlihat dan mudah untuk diambil dan dimiliki para pemangku kapitalis.

Sesuai objektivitas dan realita yang ada, kami pun harus membuat langkah-langkah kongkrit untuk melindungi dan mengatasi persoalan seperti ini. Sebelum penyesalan itu datang, alangkah baiknya kami berpikir dan melakukan berbagai macam kegiatan, seperti berdiskusi atau seminar besar-besaran tentang keadaan Papua dan apa yang belum kelihatan dari Papua, misalnya Freeport yang sudah mulai beroperasi ke daerah Paniai. Dengan hal ini, apakah kami sebagai orang asli Papua akan membiarkannya begitu saja, setelah mengetahui bahwa kami hanya mendapatkan berapa persen saja dari hasil itu? Penulis rasa, hal ini perlu dipikirkan dan dilakukan bersama, sebab banyak masyarakat dan orang asli Papua (di Meepago) belum mengetahui hal ini. Semua lapisan masyarakat harus mengetahui hal ini, salah satunya melalui seminar tadi. Kami harus bisa mengantisipasi; menjaga dan melestarikan tanah tercinta kami.

Untuk mengembangkan potensi dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi era globalisasi, Kopi Moanemani adalah salah satu produk yang baik. Kopi Moanemani sudah dikenal di kanca internasional. Ini sangat luar biasa. Penulis bangga akan hal ini. Ini sebagai contoh dan dorongan buat kami (anak-anak muda) untuk berpikir dan membuat hal-hal yang tak terpikirkan itu dengan baik, supaya kami dapat mengharumkan nama baik, terutama Papua yang orang anggap “terbelakang”. Bukan saja berusaha untuk cari nama, tapi bagaimana kami berusaha untuk membuat masyarakat sejahtera dengan adanya usaha yang kami buat.

Penulis berharap, seluruh lapisan masyarakat Papua, khususnya Meepago, baik itu yang terpelajar dan tak terpelajar, mari kami bersama bergandeng tangan menuju Papua bangkit, mandiri, dan sejahtera di berbagai sektor untuk mengahadapi era global ini.

*) Penulis adalah mahasiswa Papua, kuliah di Jakarta; tulisan perdana penulis
Hadapi Perkembangan Globalisasi : Meepago Sudah Siapkah? Reviewed by Majalah Beko on 21.20.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.