BREAKING NEWS

Berita

Selamat “World Press Freedom Day 2017”

Oleh Yepuni Giyai
Ilustrasi (Ist.)
Dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, dituliskan, “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.”

Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan (sang Pecipta), kerena pengetahuan dari-Nya, saya bisa menulis dan mengungkapnya di Majalah Beko. Hari ini, kami memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada 03 Mei 2017.

Saya juga sangat berterima kasih kepada Pemimpin Redaksi Majalah Beko (Aten Pekei) yang menghadirkan media ini untuk “mengungkap fakta di balik kebohongan” di atas tanah Papua.

Melalui media ini, saya (dan mungkin para kru lainnya) bisa mengungkap fakta di atas tanah Papua; seperti pembunuhan, perampasan, dan lain-lain (dll). Kita ketahui, media sosial sangat membantu kita dalam meng-update informasi, baik melalui media (situs berita) online, facebook, gmail, twitter, dll.

Terima kasih juga kepada Tabloid Jubi, Suara Papua, Kabar Mapegaa, dan media lain yang peduli soal keadilan dan pers di Papua, khususnya kepada kakanda Victor Mambor dan Arnold Belau yang menyuarakan di “World Press Freedom Day 2017”, bertempat di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta (1-4 Mei 2017).

Dituliskan Victor Mambor dalam “Ironi WPFD 2017 : Standar Ganda Kebebasan Pers di Indonesia”, benar, kebebasan pers di Papua bermasalah, mulai dari akses jurnalis asing, diskriminasi dan kekerasan, suap, dan pemblokiran situs.

Yang paling penting, media mampu menyuarakan ‘kerinduan’ masyarakat, pemberitaan media harus berimbang dan berdasarkan UU No. 4 Tahun 1999 tentang Pers agar publik membaca dan memahaminya dengan baik.

Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia: para wartawan media tanah Papua harus terus semangat meskipun ruang demokrasi di Papua dibungkam. Pembungkaman yang terjadi ini di luar dari konteks hukum Indonesia. Perkembangan pers sekarang tidak sama seperti dulu. Sekarang, sudah ada internet dan dipersulit aksesnya.

Meskipun demikian, wartawan dituntut untuk membagi informasi secara lisan maupun tulisan kepada publik.

Selamat World Press Freedom Day 2017!

#WPFD2017

*) Penulis adalah reporter di Majalah Beko dan mahasiswa Unipa Manokwari
Selamat “World Press Freedom Day 2017” Reviewed by Majalah Beko on 12.17.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.