Breaking News

Berita

Ekonomi Peternakan Pegunungan Papua Menurun, Masyarakat Butuh Dokter Hewan

Oleh : John Pigai *)
Kasus penyakit babi yang terjadi di Kabupaten Deiyai. Foto: wiguwinews.co.vu/Ist.
Ekonomi masyarakat di sektor peternakan di tanah Papua, lebih khususnya di daerah pegunungan Papua sedang mengalami penurunan.

Terdapat banyak kasus penyakit pada ternak yang sedang dibudidayakan oleh orang asli Papua (OAP). OAP dulunya membudidayakan ternak sampai menjadi kaya raya. Namun, sekarang yang terjadi adalah tidak lagi seperti dulu, malah ekonominya menurun drastis.

Hal ini terjadi karena di pengunungan Papua tidak ada dokter hewan (drh.) dan tenaga medis kesehatan hewan yang menangani kasus penyakit yang terjadi pada ternak. Sehingga, masyarakat tidak lagi memprioritas budidaya ternak, karena setiap kali budidaya ternak selalu mengalami kasus penyakit. Akibatnya, sampai saat ini, masyarakat tidak peduli lagi dengan budidaya ternak. Padahal, mata pencaarian bagi masyarakat pengunungan Papua salah satunya adalah budidaya ternak.

Maka itu, setiap kabupaten di Provinsi Papua, lebih khusus di bagian pengunungan Papua membutuhkan tim medis veteriner dan dokter hewan, supaya melalui penempatan tim medis ini, mereka bisa menangani kasus penyakit yang terjadi pada ternak.

Tim medis kesehatan hewan ini akan mengubah pola pemeliharaan. Ketika tim ini ditempati di setiap kabupaten, maka kasus yang terjadi di setiap kabupaten, lebih kususnya kabupaten di daerah-daerah pengunungan akan mengalami kenaikan ekonomi dan tidak lagi mengalami kerugian ekonomi bagi masyarakat yang membudidayakan ternak.

Hal ini akan terjadi ketika tim medis ini melakukan program pengendalian dan pemberantasan penyakit di daerah tersebut. Apa yang dimaksud dengan pengendalian dan pemberantasan penyakit?

Strategi yang bisa dilakukan  untuk mengendalikan penyakit ketika tim medis kesehatan hewan dan dokter hewan ada di kabupaten tersebut adalah  sebagai berikut:
- Karantina hewan : pemisahan hewan yang sakit (atau hewan yang diduga sakit). Sehingga, resiko penyebaran penyakit ke hewan lainnya yang diduga sakit dapat dikurangi.
- Vaksinasi : dapat mengurangi penyebaran penyakit selama terjadi wabah.
- Pengobatan : untuk mengurangi resiko penyakit yang terjadi.

Ketika hal-hal ini diprioritaskan, maka program yang mengembangkan usaha peternakan akan hadir, sehingga ekonomi peternakan akan naik drastis dan daerah tersebut akan dipenuhi pangan asal hewan.

*) Penulis adalah alumnus Universitas Papua, Program Studi Kesehatan Hewan
Ekonomi Peternakan Pegunungan Papua Menurun, Masyarakat Butuh Dokter Hewan Reviewed by Majalah Beko on 18.20.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.